Jum'at, 21 Juli 2017

Tak Ada Dokter Spesialis

Layanan Kesehatan Kepulauan Tak Maksimal

Rabu, 17 Mei 2017 23:38:17 WIB
Reporter : Temmy P.
Layanan Kesehatan Kepulauan Tak Maksimal
foto/ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) - Sejumlah puskesmas di wilayah kepulauan Sumenep, sampai saat ini tidak memiliki dokter spesialis. Akibatnya, pelayanan di wilayah tersebut kerap dikeluhkan.

"Puskesmas Arjasa, Kangayan, dan Sapeken, sampai saat ini tidak memiliki dokter spesialis. Akibatnya, pasien yang membutuhkan penanganan khusus misalnya melahirkan dengan bedah caesar, ya terpaksa dirujuk ke rumah sakit di wilayah daratan," kata Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, Rabu (17/5/2017).

Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. Sembilan kecamatan diantaranya merupakan kecamatan kepulauan. Untuk sampai ke kecamatan kepulauan jauh seperti Arjasa, Kangayan, Sapeken, membutuhkan waktu lebih dari 10 jam perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget Sumenep.

"Jadi kalau membutuhkan penanganan segera oleh dokter spesialis ya susah. Butuh waktu lama untuk sampai ke wilayah daratan," ujar Herman.

Ia menjelaskan, untuk fasilitas kesehatan di puskesmas Arjasa relatif sudah reprsentatif, karena pada 2016 Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk pembangunan gedung dan alat kesehatan Puskesmas Arjasa.

"Sayangnya alat kesehatan itu tidak dimanfaatkan secara maksimal karena kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis. Karena itu, jalan satu-satunya ya pemerintah daerah harus menambah tenaga medis, terutama dokter spesialis," ucapnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Puskesmas Arjasa, Daeng Musaid mengakui jika keberadaan tenaga dokter spesialis terutama bedah kandungan sangat dibutuhkan guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Kengean dan Sapeken.

"Dokter spesialis bedah memang sangat dibutuhkan agar pasien tidak perlu dirujuk ke daratan. Mengingat jarak ke daratan cukup jauh," katanya.

Saat ini, lanjut Daeng, tenaga dokter di Puskesmas Arjasa ada tiga orang yakni satu dokter gigi dan dua dokter umum, sedangkan dokter spesialis sama sekali belum ada.

"Sebenarnya kami telah mengajukan ke Dinas Kesehatan terkait kebutuhan dokter spesialis bedah itu. Tetapi masih belum bisa dipenuhi," ungkapnya. [tem/suf]

Komentar

?>