Kamis, 23 Nopember 2017

Ketua STAIN Pamekasan Apresiasi Program Dialog Kebangsaan

Minggu, 14 Mei 2017 20:07:04 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ketua STAIN Pamekasan Apresiasi Program Dialog Kebangsaan

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua STAIN Pamekasan Mohammad Kosim mengapresiasi program dialog kebangsaan yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) di Auditorium Multi Center kampus yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Minggu (14/5/2017).

Kegiatan dialog kebangsaan sekaligus deklarasi menolak organisasi anti Pancasila mengangkat tema 'Peran Serta Mahasiswa dalam Menjaga Ideologi Pancasila dan Keutuhan NKRI'.

"Terima kasih kami sampaikan kepada adik-adik Dema yang sudah berinisiatif menyelenggarakan program ini, tentunya dalam rangka sosialisasikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam," kata Ketua STAIN Pamekasan Mohammad Kosim.

Diakuinya, perguruan tinggi yang dipimpinnya merupakan salah satu kampus yang ikut serta menjadi deklarator pada proses Deklarasi Sunan Ampel yang digelar di Tulungagung, Sabtu (8/5/2017) lalu. "Deklarasi itu dilakukan demi keutuhan dan kedaulatan NKRI," ungkapnya.

"Pada kesempatan deklarasi itu, sejumlah perguruan tinggi juga ikut serta. Dan kita STAIN Pamekasan merupakan salah satu pimpinan perguruan tinggi yang menjadi inisiator sekaligus deklator," tegasnya.

Saat ini banyak berbagai jenis pemikiran yang berkembang di Indonesia, mulai dari pemikiran radikal, moderat hingga ekstrim. Seperti pemikiran Jaringan Islam Liberal (JIL) dan sebagainya. "Bahkan tidak jarang pemikiran ekstrimis justru mendapatkan penolakan di berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya.

"Mendukung Pancasila bukan tanpa alasan, karena ideologi tersebut merupakan hasil ijtihad dan perjuangan para pendiri bangsa. Termasuk para ulama yang ikut menggagas persoalan tersebut," sambung pria yang akrab disapa Kosim.

Bahkan pihaknya menilai ideologi Pancasila sudah diterapkan jauh sebelum Indonesia merdeka, yakni dengan berpatokan pada kebhinnikaan selama berabad-abad. "Dengan ideologi ini Indonesia cukup aman, lagi pula dengan ideologi baru belum tentu aman," imbuhnya.

"Apalagi banyak contoh penerapan ideologi di luar negeri justru banyak terjadi kerusuhan dan mengakibatkan berbagai persoalan tak berujung. Jadi sekali lagi kami sangat mengapresiasi program ini," pungkasnya. [pin/but]

Komentar

?>