Selasa, 23 Mei 2017

Gus Ipul: Jatim Butuh Tiga Pabrik Pengolahan Limbah B3 Lagi

Jum'at, 12 Mei 2017 16:12:57 WIB
Reporter : Misti P.
Gus Ipul: Jatim Butuh Tiga Pabrik Pengolahan Limbah B3 Lagi

Mojokerto (beritajatim.com) - Wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf menegaskan, ada 170 juta ton limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berasal dari pabrik di sejumlah kota di Jawa Timur dan hanya 39 persen yang dibuang pada tempatnya. Sehingga, Jawa Timur masih membutuhkan sekitar tiga pabrik pengolahan limbah B3 lagi.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf, red) usai beraudiensi dengan warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (12/5/2017).

"Memang limbah B3 menjadi salah satu persoalan besar di Jatim. Ada 170 juta ton limbah B3 yang berasal dari pabrik Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Gresik, Surabaya dan Pasuruan setiap tahun. Dari penelusuran BLH, hanya 39 persen yang dikirim pada tempatnya. Seperti dikirim ke Cilengsi, Bogor," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Gus Ipul, sisanya masih diurus dan diteliti dibuang kemana limbah B3 tersebut. Karena limbah tersebut harus dikelola secara khusus bukan pabrik sembarangan, salah satunya PT PRIA. PT PRIA merupakan salah satu pabrik pengelolahan limbah B3 yang diberi izin pemerintah.

"Sehingga diperlukan dua hingga tiga pabrik pengolahan limbah B3 seperti PT PRIA ini, ini masih dalam pembahasan. Sekarang di PT PRIA ada persoalan dengan warga, sehingga kita akan coba cari solusi dan karena menyangkut limbah B3 yang berbahaya, semua harus sesuai prosedur. PT PRIA harus bekerja seauai prosesur, sesuai ketentuan perizinan yang diberikan," harapnya. [tin/but]

Komentar

?>