Selasa, 25 Juli 2017

Usai Audiensi dengan Warga Lakardowo, Gus Ipul ke PT PRIA

Jum'at, 12 Mei 2017 15:30:04 WIB
Reporter : Misti P.
Usai Audiensi dengan Warga Lakardowo, Gus Ipul ke PT PRIA

Mojokerto (beritajatim.com) - Usai menggelar audiensi dengan masyarakat , Wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf langsung ke PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA). Orang nomor dua di Jawa Timur tersebut menyampaikan tujuan kedatangannya dan terkait hasil audiensi dengan warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

"Kami butuh PT PRIA tapi kini PR nya, PT PRIA harus bisa menyakinkan ke masyarakat jika pabrik aman. Saya akan bantu sosialisasi agar semua lega. Yang jelas warga perlu air bersih, warga perlu pengobatan anak-anak yang terkena berbagai penyakit. Dalam jangka pendek hal tersebut harus diatasi," ungkapnya, Jum'at (12/5/2017).

Masih kata Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf, red), dalam jangka pendek dan jangka panjang, pihaknya akan memastikan apakah keluhan warga benar-benar tercermar oleh PT PRIA atau oleh sebab lain. Untuk itu, diperlukan pendalaman ilmiah dan tidak mungkin mengambil kesimpulan tanpa ada penelitihan mendalam yang dilakukan oleh mereka yang punya keahlian di bidangnya.

"Saya sekali lagi mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasinya. Kita ingin pastikan bahwa PT PRIA beroperasi dengan benar dan kita ingin pastikan keluhan warga didengar oleh PT PRIA. Saya ingin obyektif, saya tidak ingin segera mengambil kesimpulan. Yang jelas, warga memerlukan bantuan soal pengobatan dan air bersih," katanya.

Sementara itu, Manager Bisnis Development PT Pria Christine Dwi Arini mengaku, senang hati dan berharapan dengan kehadiran Wakil Gubenur bisa menjadi titik temu persoalan antara warga dan perusahaan. "Saya tidak bisa memberikan komentar soal penyakit gatal-gatal yang diderita warga karena ruang lingkupnya adalah Dinas Kesehatan atau yang membidangi tentang kesehatan," ujarnya.

Menurutnya, jika dijawab ahlinya maka akan tahu apa penyebab dan solusinya. Tetapi pihak perusahaan menyediakan dua klinik gratis untuk dua desa, jika warga mau memanfaatkan fasilitas untuk berobat tidak ada pelarangan. Namun jika warga tidak mau berobat, lanjut Christine, bukan lagi menjadi wewenang perusahaan.

"Yang penting pabrik sudah menyediakan klinik, dokter, obat, sebaiknya dimanfaatkan. Terkait itu penyebabnya dari mana, bukan di ruang lingkup PT PRIA karena bukan membidangi soal itu. Terkait adanya penelitian ulang, selama kegiatan itu ada penanggungjawabnya. Kami tidak ada masalah tapi jika dilakukan oleh sepihak, kami tidak mau ikut campur," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya ingin semua berjalan harmonis karena segala macam upaya yang dilakukan perangkat desa maupun pihak kecamatan seperti mediasi selalu dihadiri pihak perusahaan. Terkait penimbunan limbah B3 seperti yang disampaikan warga, menurutnya, belum ada bukti otentik jika material tersebut berasal dari PT PRIA.[tin/kun]

Komentar

?>