Minggu, 19 Nopember 2017

Bassist Slank Berkunjug ke Lakardowo, Ada Apa?

Jum'at, 12 Mei 2017 12:11:59 WIB
Reporter : -
Bassist Slank Berkunjug ke Lakardowo, Ada Apa?
Bassist Slank ke Lakardowo


Mojokerto (beritajatim.com)
-  Pemain Bass Guitar Slank, Ivan Kurniawan Arifin terlihat ikut dalam rombongan Wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf di Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Ivanka ikut untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sekitar pabrik pengolahan limbah B3, PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA).

Rombongan orang nomor dua di Jawa Timur ini disambut ratusan siswa dan masyarakat Desa Lakardowo dengan nyanyian selamat datang.

Ratusan masyarakat sudah menunggu di Masjid Baiturrohim, lokasi yang disiapkan untuk menggelar pertemuan terbuka Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf, red) dengan masyarakat.

"Di sebelah kiri saya, ada Mas Ivan. Salah satu anggota grup Slank. Saya kaget, kemarin beliau WA sama saya. Intinya menanyakan apa betul akan ke Lakardowo untuk melihat limbah B3?," ungkap Gus Ipul di hadapan masyarakat, Jum'at (12/5/2017).

Sementara itu, Ivanka menjelaskan tujuan kedatangan ke Desa Lakardowo. "Saat tanam pohon di Lumajang, ada LSM yang datang ke saya dan menceritakan tentang pencemaran disini. Saya minta data untuk saya pelajari, Slank dan manajemen membuat surat rekomendasi ditujuhkan ke Presiden," katanya.

Masih kata Ivan, dari laporan aktivis yang diterima kondisi pencemaran limbah B3 di Desa Lakardowo makin hari kondisinya makin parah. Namun saat ia hendak menemui masyarakat Lakardowo, lanjut Ivan, ternyata Wakil Gubenur Jawa Timur hendak ke Desa Lakardowo. Menurutnya, ia yakni Pemprov Jawa Timur akan berpihak kepada masyarakat namun sesuai prosesur yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul berinteraksi dengan masyarakat Desa Lakardowo terkait pencemaran limbah B3 oleh PT PRIA. Masyarakat satu per satu menyampaikan keluhannya khususnya terkait kebutuhan air bersih yang diduga tercemar limbah B3 PT PRIA. Menurut Gus Ipul, PT PRIA merupakan pabrik yang diberi izin pemerintah untuk mengelola limbah B3.

"Ada 170 juta ton limbah B3 yang berasal dari pabrik Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Gresik, Surabaya dan Pasuruan setiap tahun. Limbah tersebut harus dikelola secara khusus bukan pabrik sembarangan, salah satunya PT PRIA. Kita lakukan penelitian independen karena hasil lab dari Kementrian Lingkungan Hidup yang menyebutkan limbah tidak tidak beracun, tidak diterima warga," ujarnya.[tin/ted]

Komentar

?>