Selasa, 23 Mei 2017

Bocah SD Ubah Barang Bekas jadi Alat Wudhu Portabel

Rabu, 10 Mei 2017 23:38:49 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Bocah SD Ubah Barang Bekas jadi Alat Wudhu Portabel

Surabaya (beritajatim.com) - Berbekal perangkat sederhana seperti dinamo motor 16 volt bekas kipas angin, kotak bekal makan, potongan selang air, tangan kreatif tiga siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya mampu merubahnya menjadi alat wudhu potabel yang bisa dibawa ke mana-mana ketika bepergian.

Tiga siswa itu adalah Cakra Wangsa kelas IV, Aushafel Fakhal dan Aqilla Fausta kelas V.
"Alat ini praktis dan sangat berguna saat akan menunaikan salat. Terutama saat berpergian," ujar Cakra Wangsa, ketua tim saat ditemui di sekolah setempat, Rabu  (10/5/2017).

Ia menambahkan, alat ini juga sangat efektif ketika digunakan saat melakukan traveling dan juga sedang melakukan kemping. "Biasanya di daerah gunung untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jarak yang jauh. Jadi kalau akan beribadah dan menghemat air alat inilah sangat cocok untuk dibawa kemana-mana," tambahnya.

Sementara itu, guru pembimbing ekstra kurikuler robotika SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Endik Setiawan mengatakan, diciptakannya alat ini bertujuan untuk lebih mengingatkan para siswanya untuk beribadah dimanapun mereka berada.

"Sebenarnya cara tayamum juga bisa digunakan ketika akan melakukann salat, tapi kalau tidak bisa menemukan air sama sekali. Namun, alat yang praktis ini memudahkan para siswa atau orang untuk berwudhu di mana saja saat bepergian, tapi syaratnya harus ada air," kata Endik.
 
Endik menjelaskan, cara kerja alat ini cukup mudah karena hanya perlu mencari air yang lumayan banyak lalu alat ditaruh di atas air, kemudian alat akan bekerja dengan mengeluarkan air seperti halnya kran. "Komponen dari alat ini adalah dinamo motor DC 1 volt dan baterai untuk menarik dan mengeluarkan air," ujar Endik.

Endik mengungkapkan, alat wudhu portabel ini juga pernah memenangi kejuaraan robotik bertaraf nasional yang bertajuk "Wonderful Indonesia Robotic Chalengge" tahun 2017 di Malang untuk kategori kraetivitas.

"Alat ini ini sangat inovatif dan murah meriah karena hanya dengan 100 ribu alat itu bisa dirakit," tandasnya. [ito/suf]

Komentar

?>