Minggu, 19 Nopember 2017

Sebelum Berangkat ke Puncak Denali, Ini Persiapan Tiga Atlet Wanala

Senin, 08 Mei 2017 20:35:05 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Sebelum Berangkat ke Puncak Denali, Ini Persiapan Tiga Atlet Wanala

Surabaya (beritajatim.com) – Sebelum berangkat ke puncak tertinggi di Amerika Utara, Gunung Mc. Kinley atau Denalitiga, tiga atlet pendaki gunung dari Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (WANALA) Unair,  "AIDeX (Airlangga Indonesia Denali Expedition)" telah berlatih selama kurang lebih satu tahun secara intens mendaki beberapa gunung yang ada di Jawa Timur.

Faishal, ketua ekspedisi menyebutkan bahwa persiapan itu telah dilakukan selama setahun belakangan, dengan cara mengadakan latihan persiapan, para atlet dilatih untuk terbiasa menggunakan peralatan-peralatan yang digunakan di gunung es seperti crampon (sepatu berpaku untuk mendaki gunung es), hingga sepatu bertapak lebar.

"Para atlet juga secara rutin mengadakan latihan di area pegunungan seperti Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Argopuro. Dalam latihan tersebut, mereka berlatih untuk menyeret beban seberat 20 kilogram, serta teknik penyelamatan diri," ungkap Faishala seusai upacara pelepasan yang dilakukan oleh rektor Unair dikampus setempat, Senin (8/5/2017).

Ia mengungkapkan, pendakian Puncak Denali itu merupakan bagian dari ekspedisi kelima seven summit. Ekspedisi seven summit merupakan serangkaian pendakian ke tujuh puncak gunung tertinggi masing-masing benua.

“Idealnya mendaki di sana empat sampai lima orang. Semua pendaki terhubung dengan satu tali, kalau ada satu yang terjatuh maka masih ada empat orang yang menahan. Makanya latihan kemarin di Bromo kita lebih fokus dengan teknik rescue,” imbuh mahasiswa D-3 Otomasi Sistem Instrumentasi.

bahwa tim AIDeX akan mendaki di Denali selama 18 sampai 22 hari. Mereka dijadwalkan untuk bertolak dari Surabaya ke Jakarta pada 10 Mei, kemudian berangkat ke Amerika Serikat pada 16 Mei. Sedangkan, pendakian di Denali akan dimulai pada 21 Mei sampai 9 Juni.

Selain itu, selama pendakian, mereka berencana untuk tetap menjalankan ibadah puasa. “Rencananya sih pas aklimatisasi atau rest day. Pada saat rest day kan aktivitasnya hanya berdiam diri atau berjalan-jalan di sekitar tenda. Itu memungkinkan untuk puasa meskipun tidak full,” ungkap Faishal.

Ditanya soal tujuan dan harapan pendakian, Faishal yang mewakili ketiga rekannya, bersepakat mengatakan, bahwa ekspedisi seven summits adalah wujud kecintaan mereka kepada alam dan Tanah Air.

“Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, seven summits adalah wujud kecintaan kami pada alam dan Tanah Air. Sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam, ini adalah cara kami menunjukkan harga diri sebagai sebuah organisasi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota UKM Wanala. Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah tim digapai adalah Puncak Cartens, Gunung Jaya Wijaya (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits mereka. [ito/but]

Tag : unair

Komentar

?>