Minggu, 19 Agustus 2018

Pengumuman Hasil UNBK Jatim, Kabupaten/ Kota Simak Peringkatnya

Sabtu, 29 April 2017 20:57:19 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Pengumuman Hasil UNBK Jatim, Kabupaten/ Kota Simak Peringkatnya

Surabaya (beritajatim.com) - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 seratus persen di Jatim benar-benar memperlihatkan hasil indeks integritas kejujuran. Pasalnya terlihat dari pengumuman Daftar kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) ada beberapa kota/kabupaten pada tahun sebelumnya memperoleh peringkat tertinggi saat ini malah menurun.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (Dindik) Jatim, Saiful Rachman saat ditemui usai pembagian master nilai DKHUN kepada kepala cabang dinas Jatim dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mengatakan hasil UNBK 100 persen Jatim ini adalah memperlihatkan indeks integritas kejujuran di Jatim yang 100 persen.

"UNBK 2017 ini benar-benar asli tanpa ada rekayasa. Terlihat ada pemerataan nilai juga di beberapa kota. ada yang turun ada yang naik," tutur Saiful Rahman dalam rapat koordinasi pembagian DKHUN di kantor Dindik Jatim jalan Gentengkali. Sabtu (29/4/2017).

Ia megatakan terdapat perbedaan DKHUN di tahun ini, karena di beberapa kota dan kabupaten yang sebelumnya menyelenggaakan UN berbasis pensil dan kertas (UNPK), dan saat ini mengikuti UNBK terlihat jelas hasilnya.

"Seperti daerah Madura yang tahun lalu mendapat Nilai UN (NUN) tertinggi se-Jatim, tapi tahun 2017 ini rata-rata NUN berada diperingkat 36," katanya.

"Dari SMK Kota Surabaya yang pada tahun sebelumnya mendapatkan peringkat 27 sekarang naik di peringat 21," imbuhnya.

Ia merinci untuk SMK jumlah tertinggi diraih Kota Malang dengan jumlah NUN 239,59. kedua Kota Madiun (235,25) dan ketiga Kota Blitar (233,95).

Sedangkan Kota Surabaya meraih jumlah 220,53.

Sementara itu data tiap jurusan untuk SMA, data Dindik Jatim memaparkan peringkat tertinggi pada jurusan Bahasa yang diperoleh Kota Malang, Kota Batu, Kota Mojokerto sedangkan Kota Surabaya berada diurutan ke-9.

"Alhamdulillah sejak SMA/SMK di pegang oleh Dinas pendidikan provinsi semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni berada di urutan ke-12. Mungkin hal ini didasari oleh tidak adanya intervensi, paksaan saya jamin itu," ungkap Saiful.

Jurusan IPA, nilai tertinggi juga diraih oleh Kota Malang, Kota Madiun dan Kota Blitar, sedangkan Surabaya berada di posisi ke-4.

Sedangkan jurusan IPS, urutan pertama diraih Kota Malang, kemudian Kota Batu, Kota Madiun dan Kota Surabaya kembali di posisi ke-4. "Tahun ini nilai tertinggi di borong Kota Malang. Sedangkan nilai terendah seluruhnya di kepulauan Madura," lanjutnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai kepala badiklat Jatim ini, menambahkan. Dari hasil perangkingan tersebut, pihaknya akan melakukan pemetaan sebagai bahan evaluasi untuk mengangakat nilai yang turun di kota/kabupaten agar dapat memacu di pelansanaan UNBK tahun mendatang.

"Akan ada evaluasi nilai, pemetaan nilai untuk bahan acuan mendatang. Intinya manajemen dasar ada pada sekolahan dan kami akan memberi kebebasan tiap sekolah untuk meningkatkan kualitasnya. Para kepala cabang harus tahu hingga tahap sekolah. Koordinasi dengan kepala bidang, lemahnya dimana akan dipacu. tidak ada intervensi. Kami dorong untuk berlomba agar lebih baik lagi," tandasnya. (ito/kun)

Tag : unbk unas smp

Komentar

?>