Jum'at, 28 April 2017

Murid SD Ikuti Fashion Show Busana Daur Ulang

Sabtu, 22 April 2017 00:21:37 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Murid SD Ikuti Fashion Show Busana Daur Ulang

Surabaya (beritajatim.com) - Bak model professional, siswa-siswi SD Muhammadiyah 18 Surabaya terlihat enjoy berlenggak-lenggok di atas panggung.

Namun busana yang digunakannya akan membuat mata yang memandang dijamin takjub. Pasalnya perancang busana dadakan yakni para wali murid mampu mengubah barang bekas seperti plastik bekas bungkus mie serta minuman instan disusun rapi menjadi busana elegan.

"Ini adalah cara kami untuk merayakan Hari Kartini. Memang berbeda, biasany Hari Kartini dirayakan dengan mengenakan baju tradisional, tapi kami merayakannya dengan cara busana daur ulang," kata Kepala SD Muhammadiyah 18 Ainur Rofiq, Jumat (21/4/2017).

Puluhan murid mulai dari kelas 1 sampai 5 diminta tampil dengan mengenakan busana dari barang bekas. Dengan catatan para murid beserta wali murid harus berkolaborasi. "Acara yang demikian bermaksud memunculkan kedekatan melalui kerjasama yang baik. Sebagai media untuk mempererat rasa kasih sayang antara anak dan ibu," tutur Ainur.

Karya karya yang dihasilkan cukup unik dan beragam, mulai dari busana bertema burung merak, robot, bahkan sampai busana putri raja.

"Dengan momen Hari Kartini kami ingin memunculkan Kartini Kartini yang kreatif dan tidak hanya mengusung kebhinekaan, melainkan bisa menjaga lingkungan. Makanya busana yang dipamerkan ini mengutamakan yang memanfaatkan plastik bekas makanan ringan, plastik kresek, karung beras, koran bekas, tas tangan, hingga berbagai barang bekas lainnya," urai Ainur.

Terlebih itu, Rofiq menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu merangsang daya kreatifitas anak-anak. Karena sekolah yanh beralamatkan di Mulyoredjo itu memiliki ekstrakurikuler hasta karya.

"Namun kegiatan ini tidak hanya untuk anak-anak yang tergabung dalam ekstra hasta karya saja, tapi seluruh siswa. Kami ingin mengajak mereka berfikir bahwa barang bekas masih bisa didaur ulang," katanya.

Salah satu siswa kelas 5, Gita Fajriatin membuat busana dengan tema burung merak. Dia dan ibunya memanfaatkan plastik kresek bekas dengan berbagai warna dipadukan dengan barang bekas lainnya. "Busana merak-merakan ini saya yang membuat dibantu bapak dan ibu selama satu minggu," katanya.

Gita menjelaskan, proses pembuatannya memerlukan beberapa langkah, yakni memilah dan membetuk barang-barang bekas seperti plastik dan lainnya.

"Setelah seluruh barang terkupul, kemudian dipilah dan dibersihkan, baru setelah itu dipotong-potong. Saya membantu mengelem dan memotong, sedangkan yang menjahit ibu," tandas Gita. [ito/suf]

Komentar

?>