Minggu, 23 Juli 2017

Puluhan Bocah SD Belajar Bikin Sirup dari Buah Mangrove

Kamis, 20 April 2017 23:14:18 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Puluhan Bocah SD Belajar Bikin Sirup dari Buah Mangrove

Surabaya (beritajatim.com) - Puluhan siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya belajar tematik lingkungan dan dikenalkan dengan cara mengolah buah mangrove menjadi sirup. Kegiatan itu dipandu langsung oleh produsen sirup kelompok tani mangrove Wonorejo.

Humas SD Muhammadiyah 4 Pucang, Edy Purnomo menjelaskan, kegiatan siswa mengikuti proses pembuatan sirup merupakan bentuk kegiatan di luar kelas yang notabene menjadi bagian dari pelajaran tematik lingkungan.

"Materinya lingkungan, jadi kami mengenalkan secara langsung buah mangrove, manfaat dan salah satu produk yang bisa dibuat dari mangrove," jelasnya saat ditemui Aula Din Syamsudin lantai 4 Gedung TBM, Kamis (20/4/2017).

Dengan kegiatan praktek, pihaknya berharap para siswa bisa langsung bertemu dengan ahlinya sehingga bisa menambah wawasan secara nyata.  "Jadi tidak hanya materi teori di dalam kelas. Bisa juga mengundang ahli agar bisa lebih nyata penyampaian pada siswa," ungkapnya.

Saat pemaparan dimulai, ada puluhan siswa yang beberapa mengacungkan tangan untuk bertanya. Mereka juga berkerumun ke arah proses pembuatan sirup karena rasa ingin tahunya. Seluruh peserta antusias melihat penjelasan terkait mangrove.

Azmia Alliya (10), siswa kelas 4 mengatakan, berbeda dari penjelasan selama di kelas, kali ini dirinya melihat langsung buah mangrove dan proses pembuatan. "Saya belum pernah lihat buahnya, cuma tahu pohonnya. Kan rumah saya di Rungkut. Jadi selama diterangkan saya sering bertanya," ungkap Azmia.

Kegiatan ini melibatkan Sony Mukhson, produsen sirup kelompok tani mangrove Wonorejo. Sony menjelaskan beragam manfaat mangrove dan kandungan buahnya. "Saat praktik, para siswa tak sekedar melihat proses pembuatan sirup, mereka juga diajak mengupas dan menyiapkan bahan untuk direbus menjadi sirup," papar Soni.

Materi membuat sirup, menurutnya cukup aman dan mudah bagi siswa SD. Sehingga mereka bisa membuat kembali di rumah bersama orangtuanya. "Generasi muda memang perlu tahu lingkungannya. Jadi punya rasa memiliki dan kebanggaan untuk merawat," tandas Soni. [ito/suf]

Komentar

?>