Selasa, 27 Juni 2017

Tips Konsultan Terapis Selandia Baru

Ada Murid Bermasalah, Guru BK Bisa Terapkan Metode 'Two Islands and A Boat'

Rabu, 19 April 2017 22:39:34 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Ada Murid Bermasalah, Guru BK Bisa Terapkan Metode 'Two Islands and A Boat'

Surabaya (beritajatim.com) - Konsultan dan terapis asal University of Waikato Selandia Baru, Dr. Donald Mc Menamin menyarankan guru Bimbingan Konseling (BK) di Surabaya agar menggunakan metode dua pulau dan satu perahu “Two Islands and A Boat” ketika menangani seorang siswa yang sedang mengalami masalah.

Saran tersebut di sampaikannya di depan 50 guru BK se-Surabaya dalam pelatihan yang dihelat oleh Education New Zealand (ENZ) bekerjasama dengan agen pendidikan internasional di Indonesia, Fortrust, di JW Marriott Surabaya, (19/4/2017).

"Two Islands andA Boat adalah metode kuat untuk memberi dukungan bagi siswa sekolah menengah atas ketika menghadapi kondisi yang penuh tekanan dan berbagai konflik. Tanpa harus mengeluarkan siswa yang bermasalah itu," tutur Mc Menamin.

Ia mengatakan, metode yang digagas itu lebih memfokuskan pada bagaimana para pelajar agar bisa menetapkan serta membuat perencanaan dalam mencapai sebuah cita-cita.

"Dalam penelitian metode itu kami terlibat secara langsung dengan anak muda dan keluarga mereka. Yakni, untuk membantu mengatasi apapun yang dapat menghalangi mereka dari pencapaian menuju cita-cita," kata  Mc Menamin.

Awal pengembangan metode ini, pria yang juga sebagai guru dan konsultan selama 3O tahun ini mengungkapkan, karena terinspirasi pada kebiasaan orang-orang Polinesia yang melakukan migrasi dari satu pulau ke pulau lain.

"Biasanya mereka bermigrasi karena ingin meninggalkan tempat lama yang mungkin membuat mereka tak nyaman. Belajar dari kisah itu, tugas guru BK adalah mencari tahu apa masalah anak, memastikan anak tahu masalah mereka, kemudian membimbing mereka 'berlayar' ke pulau baru, pulau dengan reputasi baru si anak, yang diinginkan mereka untuk masa depannya," kata McMenamin.

Guru BK, tambahnya, harus membimbing si anak untuk menemukan apa masalah diri dan reputasinya di hadapan orang lain. Sehingga mereka jadi anak bermasalah. Guru kemudian harus membimbing si anak untuk menemukan reputasi baru yang diinginkan dan berusaha meraihnya.

"Bekerja sama dengan para konselor dan agen lainnya, saya merancang metode itu untuk membantu memberdayakan dan membekali para konselor. Untuk mendukung siswa-siswi mereka pada era globalisasi yang terus berkembang," tandas Mc Menamin. [ito/suf]

Tag : guru

Komentar

?>