Minggu, 19 Nopember 2017

Setahun Hirup Debu Tambang Galian C, Warga Kediri Mudah Sakit

Senin, 17 April 2017 15:54:56 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Setahun Hirup Debu Tambang Galian C, Warga Kediri Mudah Sakit

Kediri (beritajatim.com) - Polusi debu yang timbul akibat armada pengangkutan material tanah dan batu tambang galian C di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri tidak hanya mengotori produk kerupuk andalan Kediri. Debu pekat ini juga mengganggu kesehatan warga.

Tidak tanggung-tanggung, sudah satu tahun lamanya polusi debu ini mencemari lingkungan. Setiap harinya warga dipaksa harus menghirup udara yang kotor karena mengandung debu. Sehingga, tidak jarang diantara mereka terserang penyakit batuk dan pilek.

"Akibat galian tanah dan batu di Desa Bulusari ini, masyarakat di kanan dan kiri jalan resah. Terutama, mereka yang menjemur kerupuk menjadi gimbal atau tercemar debu. Masyarakat di kanan dan kiri jalan juga batuk karena terkena debu. Ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun," kata Baim, salah seorang perangkat Desa Bulusari, Senin (17/4/2017).

Pihak pemerintah Desa Bulusari sebenarnya sudah memanggil pengusaha tambang galian C, namun belum ada penyelesaian yang memadai. Sebab, pengusaha akhirnya hanya memberikan dana kompensasi senilai Rp 80-90 ribu setiap bulan untuk satu kepala keluarga (KK) yang dilalui kendaraan truk.

"Desa pernah memanggil pengusaha tambang dan menegurnya. Hanya diberi kompensasi uang nilainya kecil. Dibanding dengan penyakit yang diderita warga sangat tidak sebanding," ucapnya.

Pantauan di lokasi, debu dari truk tambang galian C memang tampak pekat. Setiap harinya, debu ini mengotori lingkungan. Debu menempel pada kerupuk yang dijemur di tepi jalan, pakaian yang dijemur di samping rumah dan juga masuk ke rumah rumah warga.

Apalagi pada cuaca panas sekarang ini, debu yang ditimbulkan semakin banyak. Perusahaan tambang sebenarnya juga menyirami jalanan menggunakan air, tetapi debunya masih saja muncul.

Diberitakan sebelumnya, para perajin kerupuk di sentra produksi kerupuk khas Kediri Desa Bulusari resah. Penyebabnya, produk krupuk mereka tercemar polusi debu dari truk pengangkut material batu dan tanah. Material ini diangkut dari kawasan tambang galian C di Dusun Bulusari Selatan untuk dibawa ke proyek pembangunan Jalan Tol Kertosono - Solo. [nng/but]

Komentar

?>