Minggu, 22 Oktober 2017

Terjemahkan Al-Qur'an ke Bahasa Madura, Ketua STAIN: Banyak Tantangan

Jum'at, 07 April 2017 07:19:04 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Terjemahkan Al-Qur'an ke Bahasa Madura, Ketua STAIN: Banyak Tantangan

Pamekasan (beritajatim.com)--Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan Muhammad Kosim mengaku banyak tantangan dalam menerjemahkan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura.

Hal itu berdasar pengakuan dari sejumlah tim ahli yang memiliki tugas mulia menerjemahkan al-Qur'an, sehingga dibutuhkan konsentrasi penuh dari para ahli yang memiliki berbagai macam bidang konsentrasi keilmuan.

"Memang kita mematok target menerjemahkan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura dalam waktu setahun ke depan sejak penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) lalu. Tahun berikutnya baru validasi," kata Ketua STAIN Pamekasan Muhammad Kosim, Kamis (6/4/2017).

Selain dari deadline terdebut, pihaknya juga dibenturkan dengan berbagai kegiatan masing-masing tim yang dipimpin oleh Moh Zahid. Terlebih para ahli juga memiliki kesibukan masing-masing, tidak terkecuali di kampus sebagai akademisi.

Belum lagi persoalan yang berhubungan dengan kosa kata bahasa Madura yang terdiri dari berbagai macam jenis, penyamaan persepsi harus benar-benar diprioritaskan.

"Selain jam kerja, kita juga harus mengedepankan penyamaan bahasa Madura yang tepat. Sehingga nanti lebih komunikatif," ungkapnya.

"Tapi ini pekerjaan besar dan mulia. Jadi kita harus sama-sama komitmen untuk merealisasikan sesuai dengan deadline waktu yang sudah dicanangkan. Bahkan kita harus kerja 5 jam per hari, khususnya Senin, Selasa dan Rabu," jelasnya.

Menerjemahkan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura juga termotivasi dengan beberapa beberapa tarjemahan bahasa daerah lainnya, khususnya bahasa Jawa dan Sunda.

"Sebenarnya bahasa Madura ini termasuk penutur ketiga terbesar di Indonesia setelah Jawa dan Sunda, tapi justru hingga saat ini belum ada tarjemahan al-Qur'an berbahasa Madura. Padahal, penutur di bawah bahasa Madura sudah banyak beredar," beber pria yang akrab disapa Kosim itu.

Pihaknya berharap proses penerjemahan berlansung lancar, sehingga bisa selesai sesuai deadline waktu yang ditentukan. "Jika nanti sudah selesai, dalam proses validasi nantinya akan digelar workshop sekaligus evaluasi," pungkasnya. [air/pin]

Komentar

?>