Selasa, 23 Mei 2017

Dosen Ubaya Ciptakan Linimasa Card Game, Apa?

Sabtu, 01 April 2017 20:27:49 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Dosen Ubaya Ciptakan Linimasa Card Game, Apa?
Praktek permainan Linimasa. Cara praktis belajar sejarah di tingkat SD. [Foto: tito/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Dosen jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan permainan kartu yang berisikan pelajaran Sejarah Indonesia bernama "Linimasa Card Game", yang cocok digunakanan siswa Sekolah Dasar (SD) untuk belajar sejarah.

Pembuat Linimasa Card Game, Adhicipta Raharja Wirawan mengatakan, Linimasa adalah semacam permainan kartu dengan menggunakan konsep pelajaran sejarah Indonesia, terutama tentang sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Saat ini masih berbentuk prototype kartu yang sederhana, Linimasa digunakan sebagai media penelitian bagi teman saya yang berprofesi sebagai guru SD," kata Adhicipta saat ditemui di kampus Ubaya di Jalan Tenggilis, Surabaya, Sabtu (1/4/2017).

Adhicipta mengungkapkan, dia membuat permainan edukasi ini karena terinspirasi dari anaknya yang kesulitan menghafal pelajaran sejarah dan mendapatkan nilai jelek.

Namun, setelah bermain dengan kartu ini terbukti meningkatkan prestasi siswa setelah diuji coba pada salah satu sekolah.

"Dalam uji coba itu, ada dua kelas V SD, satu kelas diajar dengan menggunakan sarana kartu Linimasa dan kelas lainnya dengan cara konvensional. Sebenarnya, segala usia bisa memainkan Linimasa, namun lebih baik jika orang tua juga bisa bermain bersama anak-anaknya di rumah sebagai media pembelajaran," ujarnya.

Ia menambahkan, kartu Linimasa terdiri dari 20 kartu tokoh dan 20 kartu peristiwa dan bisa dimainkan satu sampai empat orang. Pada kartu tokoh, terdapat gambar tokoh dan penjelasan singkat keterkaitan tokoh dengan peristiwa yang dicetak tebal. Kata-kata peristiwa yang dicetak tebal itu nantinya akan dicocokkan dengan kartu peristiwa.

"Kartu peristiwa memiliki 2 sisi. Sisi pertama adalah gambar dan nama peristiwa dengan tanda tanya pada kotak tahun. Pada sisi kedua, terdapat gambar, penjelasan singkat dengan jawaban tahun terjadinya peristiwa," tuturnya.

Sementara itu, satu kartu peristiwa dibuka di awal permainan sebagai patokan. Masing-masing pemain, lanjut dia, memegang beberapa kartu tokoh kemudian kartu peristiwa dibuka satu demi satu, lalu mereka diminta menebak urutan peristiwa dan disusun secara linier.

"Pemain juga harus mencocokkan peristiwa dengan tokoh-tokoh yang terkait. Jika pemain salah menebak tahun peristiwa, maka pemain harus mengambil satu kartu tokoh lagi, pemain yang lebih cepat menghabiskan kartu tokoh adalah pemenangnya," kata Adhi.

Dalam membuat Linimasa ini, tambahnya, dia dibantu Alvin Henanda (Ilustrator) yang merencanakan pembuatan beberapa seri Linimasa lainnya seperti Kerajaan Indonesia, musik, flora dan fauna.

"Nama Linimasa diambil dari gabungan kata lini yang berarti garis dan masa berarti waktu. Karena cara permainannya menentukan waktu peristiwa terjadi, maka diberi nama Linimasa. Harapan saya adalah permainan ini dapat dijadikan sarana pembelajaran dan juga dapat meningkatkan interaksi sosial para pemain yang sudah mulai berkurang di masyarakat," tandasnya. [air/ito]

Tag : ubaya

Komentar

?>