Senin, 29 Mei 2017

Peringatan Hari Air se-Dunia

Tercemar Limbah PT PRIA, Warga Demo Bawa Gayung Air

Rabu, 22 Maret 2017 13:15:59 WIB
Reporter : Misti P.
Tercemar Limbah PT PRIA, Warga Demo Bawa Gayung Air

Mojokerto (beritajatim.com) - Ratusan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi memperingati Hari Air se-Dunia di depan Pemkab Mojokerto, Jalan A Yani, Kota Mojokerto, Rabu (22/3/2017). Warga menilai kondisi air sumur telah tercemar dan tidak layak konsumsi karena adanya PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA).

Pabrik pengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berada di desa mereka tersebut telah melakukan penimbunan limbah B3 secara illegal dan tidak sesuai persyaratan penimbunan limbah B3 yang diatur dalam PP 101/2014. Karena penimbunan limbah B3 dilakukan di dalam area pabrik dan diberikan kepada warga sebagai material urugan.

Dengan berjalan kaki, warga yang mayoritas perempuan tersebut membawa sejumlah peralatan mandi seperti gayung air dan ember. Mereka berteriak menyampaikan jika kondisi air sumur mereka telah tercemar. Bahkan, beberapa anak muda mengecat wajahnya dan memakai kain kafan sebagai bentuk keprihatian terhadap kondisi di desa mereka.

Dengan membentangkan spanduk besar dan pamplet berisi tuntutan, sampai di depan kantor Bupati Mojokerto, perwakilan warga langsung menyampaikan orasinya. Warga yang tergabung dalam penduduk Lakardowo Bangkit (Pendowo Bangkit) tersebut menggelar aksi di depan petugas kepolisian yang berjaga di depan gerbang.

Ketua Pendowo Bangkit, Nurasim mengatakan, berdasarkan hasil pengukuran parameter TDS yang dilakukan Pendowo Bangkit menyebutkan jika sebanyak 60 persen sumur warga memiliki kadar TDS di atas 1000 mg/L. "Yakni melampaui baku mutu air minum berdasarkan Permenkes 402/Menkes/PER/10/2010," ungkapnya.

Masih kata Nurasim, sebanyak 423 warga Desa Lakardowo selama bulan November 2016 sampai bulan Januari 2017 mengalami penyakit dermatitis atau iritasi kulit karena air sumur warga yang tercemar. Selama dua tahun terakhir warga tidak berani menggunakan air sumur, warga harus membeli air bersih karena kualitas air sumur yang tidak memenuhi baku mutu air minum.

"Warga meminta Pemkab Mojokerto menjamin pemenuhan hak atas air bersih dengan melakukan pemulihan kualitas air sumur yang tercemar, melindungi warga dari ancaman dampak gangguan kesehatan, menegakkan hukum dan memberi sanksi kepada PT PRIA serta membekukan aktivitas operasional PT PRIA," harapnya.

Sejumlah perwakilan warga hingga berita ini ditulis masih melakukan pertemuan dengan pihak Pemkab Mojokerto yang diwakili Asisten I Bidang Kesra, Agus M Anas. Sementara di depan gerbang, warga masih menggelar aksi dengan penyampaian tuntutan. Aksi warga sempat tegang akibat dorong-dorang antara warga dan petugas yang berjaga. [tin/but]

Komentar

?>