Rabu, 23 Agustus 2017

Mahasiwa Kedokteran Unair Bawakan Tari Saman

Selasa, 21 Maret 2017 07:09:41 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mahasiwa Kedokteran Unair Bawakan Tari Saman

Surabaya (beritajatim.com) - Jika biasanya hanya berjibaku dengan diktat buku tebal dan praktikum berjam-jam, kali ini mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya didapuk untuk membawakan tarian saman.

Meski tak keseharinnya menari, namun 50 orang tetap menunjukkan semangat mengikuti dalam ajang Dekan Cup FK unair 2017 Fibularis yang digelar untuk menampung bakat terpendam yang dimiliki oleh calon dokter.

Para mahasiswa itu mengenakan kostum tari saman. Pada bagian kepala terdapat jilbab yang menjadi bagian dari kostum para penari perempuan yang mengidentikan sebagai seorang muslimah. Hal itu semakin klop dengan dengan ikat kepala berwarna emas serta persegi warna hijau, kuning dan merah. Tentu saja, semakin menambah keanggunan paras penarinya.

Sementara pada baju ada beberapa penari mengenakan berwana merah blewah dan putih serta bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait. Warnanya hijau sepadan dengan kain sarung yang semua menggambarkan keharmonisan dan kekompakan sesuai lagu yang dibawakannya.

Memang group ini penampilannya sangat total, terlihat setiap gerakan pada barisan begitu kompak dan teratur. Apalagi gerakan tarian diiringi dengan lagu yang bertemakan religius akan memacu semangat tersendiri bagi peserta.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Prof. Soetojo menjelaskan, sebelum mengikuti lomba, mahasiwanya melakukan latihan secara rutin untuk menampilkan tari saman dengan baik.

"Tim kami sudah melakukan persiapan dan latihan rutin yang dipandu oleh para koreografer Tari Saman. Antusias dari tim kami sangat tinggi dan penuh semangat mengikuti lomba yang digelar," jelas Prof Soetojo, Senin (20/3/2017)

Ia mengatakan, terselenggaranya lomba ini untuk mengangkat, memahami, dan melestarikan Tari Saman. Sehingga, nantinya Tari Saman akan menjadi ciri khas (ikon) kesenian budaya yang dimiliki Indonesia.

"Agar masyarakat mengerti dan paham apa saja kesenian budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda," terangnya.

Selain itu, Ia berharap melalui kegiatan itu dirinya dapat memberikan presiasi kepad para mahasiswanya yang memiliki bakat-bakat bermusik serta menari.

"Semoga Dekan Cup FK unair 2017 Fibularis ini dapat mempererat antara mahasiwa serta para dokter lulusan fakultasnya dalam ajang silaturahmi," tandasnya.

Sementara itu, Anissa Nur Arindatta, salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Unair mengatakan, bersama teman-temannya mereka belajar tari saman kurang dari satu bulan.

"Belajar tari saman ini tidak menganggu aktivitas belajar dan praktikum di kampus, selain itu juga dapat melestarikan budaya serta mengaplikasikan bakat serta menghibur kepenatan ketika berkutat dengan buku-buku tebal yang harus dipelajari," ungkap Anissa. [ito/suf]

Tag : unair surabaya

Komentar

?>