Minggu, 26 Maret 2017

ITS Ciptakan Sistem Minimalisasir Kecelakaan Laut

Jum'at, 17 Maret 2017 21:47:09 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
ITS Ciptakan Sistem Minimalisasir Kecelakaan Laut

Surabaya (beritajatim.com) - Laboratorium Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sistem peringatan dini monitoring keselamatan kapal serta instalasi laut berbasis Automatic Identification System (AIS).

“Sistem yang diberi nama 'Automatic Identification System of ITS (AISITS)' ini diciptakan bertujuan untuk membatu mengurangi kasus kecelakaan operasional kapal dan fasilitas laut di Indonesia yang akhir-akhir ini sering terjadi,” ujar PIC Tim AISITS, A A Bagus Dinariyana Dwi, Soft launching di Gedung Nasdec ITS, Jumat (17/3/20017).

Ia menjelaskan produk garapannya ini memiliki fasilitas seperti, real time monitoring system pipa gas bawah laut dan platform, inspeksi kapal realtime (AIS for Ship Inspection and Danger Score), vessel racking system, monitoring bahan bakar dan emisi, dan sistem informasi lalu lintas di pelabuhan.

“Selama ini belum ada sistem yang memonitor dan didesain untuk pendeteksian dini mengenai bahaya-bahaya yang berdampak pada pipa di laut,” jelas dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Selanjutnya, Early warning system merupakan sebuah sistem tamabahan yang berguna untuk memberikan informasi kemungkinan terjadinya bahaya pada pipa gas bawah laut dan anjungan lepas pantai (offshore platform) akibat adanya operasional di laut.

“Alert system pada produk ini berbasis web dan juga mobile, Pipa terkadang ada di bawah permukaan dasar laut atau atas yang tidak bisa diterima zona, karena kapal tidak mengetahui kalau ada pipa akhirnya menurunkan jangkar,” ujar pria asal Bali ini.

Sedangkan vessel tracking system, tambahnya. Sebuah sistem berfungsi untuk menampilkan tracking dari pergerakan kapal saat berada di jangkauan peralatan AIS.

“Sehingga informasi ini dapat digunakan untuk menunjang kajian forensik maupun investigasi apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan kapal,” tambah Dinar sapaan akrabnya.

Sementara Output dari sistem tersebut, dikatakannya. Dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak. Seperti, kontraktor minyak dan gas (migas) sebagai pihak yang mengoperasikan fasilitas migas, syahbandar dalam memberikan prioritas kapal-kapal yang akan dilakukan inspeksi, KNKT dalam melakukan investigasi apabila telah terjadi kecelakaan dan pihak lain yang berkaitan.

“Tantangan di hulu migas dan tantangan ke depan semakin berat. Dalam rangka meminimalisasi resiko diperlukan layanan yang realtime dan cepat. Diharapkan AISITS dapat dimaksimalkan penggunaannya saat operasional laut,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana mengatakan bahwa pengembangan fasilitas dan aplikasi ini berawal dari kerjasama antara ITS dengan International Maritime Education and Research Center - Kobe University serta beberapa perguruan tinggi mancanegara antara lain UTM Malaysia, Istanbul Technical University, dan Dokus Eylul University tentang safety operation di laut.

“Sesuai dengan misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim, dengan adanya AISITS ini diharapkan dapat lebih mengembangkan infrastruktur laut di masa depan,” tandasnya. [ito/but]

Tag : universitas

Komentar

?>