Minggu, 17 Desember 2017

USBN Hari Pertama, Siswa SMA Untag Kerjakan dengan Komputer

Kamis, 16 Maret 2017 00:47:13 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
USBN Hari Pertama, Siswa SMA Untag Kerjakan dengan Komputer

Surabaya (beritajatim.com) - SMA Untag Surabaya menerapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berbasis komputer. Namun ujian ini berbeda dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), karena soal yang dikerjakan berasal dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Provinsi Jatim dan pemerintah pusat.

Di SMA Untag Surabaya, pihak sekolah menyiapkan 80 komputer yang terbagi dalam dua ruang. Sementara aplikasi yang digunakan untuk mengerjakan soal adalah CBT exam, karena aplikasi tersebut digunakan untuk pembelajaran online yang biasanya diterapkan. Seperti mengakses tugas dari guru untuk dikerjakan dirumah hingga ulangan harian.

Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Taufik Hidayat, saat ditemui disekolahnya, Rabu (15/3/2017) mengatakan, kesiapan penggunaan komputer pada USBN ini juga sebagai tolak ukur dalam mengadakan UNBK mendatang di sekolahnya.

"Bedanya saat USBN, akses sepenuhnya ada pada pengawas. Kalau biasanya akses menerbitkan soal pada guru, sekarang aksesnya hanya pada pengawas," jelas Taufik.

Pihaknya menerapkan 3 gelombang dari total 209 siswa SMA Untag pada USBN di hari pertama ini. "Kami pakai 2 ruangan, 1 ruangnya ada 40 komputer. 36 komputer untuk total siswa dan 4 untuk cadangan, jadi kami membagi 3 gelombang untuk total 209 siswa pada USBN ini. Siswa mengerjakan dengan login akunnya masing-masing dengan menggunakan wifi sekolah," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebocoran, pihak sekolah baru mengunggah master soal 1 pelajaran tiap harinya. Proses mengunggah soal dalam bentuk word dan pdf tersebut akan secara otomatis teracak oleh aplikasi.

"Hari pertama ini ujian Pendidikan Agama, total soal 60 butir dengan waktu pengerjaan selama dua jam. 40 pilihan ganda dan 20 uraian atau esai," lanjutnya.

Sedangkan pengawasan ujian selama 6 hari ini, memberdayakan semua guru pelajaran secara bergantian namun tidak melibatkan guru pengoreksi.

Sementara itu Hagie Dibin Navega, siswa kelas XII IPA mengungkapkan bahwa sempat mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal USBN, karena pertanyaan yang disajikan berbeda dengan jawaban. "Soal USBN ini acak dan tadi ada yang tidak sesuai dengan jawaban jadi saya tadi harus meneliti ulang," katanya. [ito/suf]

Komentar

?>