Senin, 26 Juni 2017

Hindari Server Down, Login SNMPTN 2017 Hanya Sekali

Selasa, 21 Februari 2017 21:17:20 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Hindari Server Down, Login SNMPTN 2017 Hanya Sekali
Dr Eng Siti Machmudah ST MEng, Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama

Surabaya (beritajatim.com) - Para calon pendaftar diharapkan harus benar-benar teliti dan cermat saat akan memilih PTN dan Prodi ketika akan mendaftarkan diri pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017.

Pasalnya login masuk ke situs atau web hanya berlaku satu kali saja saat mendaftar.

Hal tersebut yang diungkapkan Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama, Dr Eng Siti Machmudah ST MEng, saat ditemui dikampus setempat, Selasa (21/2/2017).

"Siswa yang telah mendapat user name dan password dari kepala sekolah masing-masing sudah bisa mendaftar. Namun, harus cermat dalam menggunakannya karena dalam sistem pendaftaran SNMPTN tidak ada kesempatan untuk melakukan perbaikan," ungkap Machmudah.

Ia mengatakan, sistem sekali daftar ini merupakan kebijakan yang sudah disepakati oleh seluruh PTN nasional sebagai salah upaya untuk menjaga server agar tidak down.

"Kalau satu siswa mengakses laman pendaftaran berkali-kali kan bisa jadi beban server. Takutnya down dengan jumlah pengakses sebanyak itu," kata perempuan yang juga menjabat Humas SNMPTN dari ITS ini.

Ia menjelaskan, pendaftaran SNMPTN 2017 sudah bisa dilakukan per tanggal 21 Februari hingga 6 Marer 2017.

Namun, ia memprediksi pada hari pertama pendaftaran masih minim. Sebab, kebanyakan calon pendaftar masih bingung dengan pilihan jurusan.

"Kalau hari pertama para pendaftar biasanya hanya membaca dan mencermati saja ketentuan-ketentuan. Apalagi, user name dan password baru diberikan,” terang Machmudah.

Tahun 2017, tambahnya. ITS menyediakan total kuota untuk SNMPTN sebanyak 30 persen dari mahasiswa baru yang akan diterimanya yakni sebesar 3.415 kursi.

"Untuk kuota SNMPTN ITS sebanyak 1025 kursi. Namun, ini juga melihat terlebih dahulu semua pendaftar secara keseluruhan. Bila yang menempatkan ITS sebagai pilihan pertama kualitasnya sudah bagus, maka pemilih kedua bisa tersisih," paparnya.

Selain itu, ITS juga masih mempertimbangkan bagi pendaftar yang menempatkan pada pilihan keduanya untuk memenuhi prodi yang masih belum terisi. Namun, dengan catatan kualitas yang bagus.

"Contohnya karena pemilih pertama tidak masuk kriteria dan prodi Desain Produk Industri ataupun Desain Interior masih belum penuh, maka pemilih kedua dengan kualitas bagus dapat diterima. Tapi, Kalau mau daftar ini kan harus menyertakan portofolio gambar. Biasanya pemilih kedua juga banyak yang bagus,” terangnya.

Selanjutnya, selain menggunakan nilai rapot dan prestasi-prestasi pendukung, ITS juga akan melihat indeks sekolah. "Indeks sekolah dihitung berdasar akreditasi sekolah, nilai ujian nasional (UN) tiga tahun terakhir, dan indeks prestasi alumni sekolah yang berkuliah di ITS. Hal ini untuk menentukan cluster kuota tiap sekolah,” tandasnya. (ito/ted)

Tag : snmptn

Komentar

?>