Senin, 29 Mei 2017

Gelar Raja Tan Malaka Resmi Berpindah ke Hengki Novaro

Selasa, 21 Februari 2017 18:45:11 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Gelar Raja Tan Malaka Resmi Berpindah ke Hengki Novaro

Kediri (beritajatim.com) – Lantaran tidak mendapatkan izin dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kediri, keluarga pahlawan revolusioner Datuk Ibrahim Tan Malaka akhirnya gagal membawa pulang jasad yang dipercaya berada di makam umum Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Oleh karena itu, pihak keluarga bersama Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat akhirnya hanya menggelar upacara penjemputan gelar raja sesuai dengan adat daerah mereka.

Upacara adat ini melibatkan sekurangnya 150 orang. Mereka terdiri dari tokoh adat dan keluarga serta simpatisan pahlawan Nasional Tan Malaka. Ratusan orang ini datang dari Kabupaten Limapuluh Kota melalui serangkaian perjalanan darat untuk melaksanakan upacara penjemputan gelar raja.

Posesi penjemputan gelar ini berlangsung secara sakral di makam Tan Malaka yang terletak di Desa Selopanggung. Ini berbeda dengan rencana awal, bahwa mereka berencana memindahkan jasad Tan Malaka ke tanah kelahirannya.

Pihak keluarga dan pemerintah daerah Limapuluh Kota, Sumatra Barat hanya mengambil tanah makam, sebagai prosesi pergantian baju atau penyerahan gelar raja dari Ibrahim Datuk Tan Malaka kepada Hengki Novaro Datuk Tan Malaka.

“Prosesi ini adalah penyempurnaan dari penyerahan gelar yang semenjak tahun 1948 disandang Ibrahim Datuk Tan Malaka, sebagai pucuk atau raja adat di Kelarasan Bungo Setangkai,” kata Fehrizal, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Selasa (21/2/2017).

Selain terkendala di pemerintah pusat, Kementrian Sosial RI, rencana penggalian dan pemindahan tulang belulang, dikhawatirkan Fehrizal, akan merusak aqidah agama. Sehingga, segumpal tanah, dianggap cukup mewakili dari unsur manusia tersebut.

Kini gelar Raja Ibrahim Datuk Tan Malaka, secara sempurna telah berpindah pada generasinya yang ketujuh Hengki Novaro Datuk Tan malaka. Dia secara tegas juga menyatakan kesiapannya meneruskan semangat perjuangan dari pahlawan Nasional Kemerdekaan Indonesia ini.

Sementara itu, Masykuri Ikhsan, selaku Wakil Bupiti Kediri mengaku, pihaknya menyerahkan keberadaan makam pahlawan revolusioner ini kepada Kemensos RI, karena almarhum merupakan pahlawan bangsa sehingaa berhak dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pihaknya juga menunggu perintah dari kementrian pusat akan tindakan pemugaran lokasi makam tersebut.

Untuk diketahui di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, gelar raja yang dimiliki almarhum Ibrahim Datuk Tan Malaka membawahi 142 niniak mamak atau kaum di Kelarasan Bungo Setangkai, yang terdiri dari tiga nagari atau desa. Antara lain, Pandam Gadang, Suliki dan Kurai. Nantinya gumpalan tanah yang dibawa, bersama peti kesayangan ibunda Tan Malaka ini, akan diletakkan di areal makam keluarga Tan Malaka dan disandingkan dengan orang tuanya. [nng/but]

Komentar

?>