Rabu, 17 Oktober 2018

Angka Kematian Ibu Hamil dan Anak Menurun

Kamis, 16 Februari 2017 21:57:24 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Angka Kematian Ibu Hamil dan Anak Menurun
foto: ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Angka kematian ibu hamil dan anak tahun ini mengalami penurunan dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu. Jumlah kematian ibu hamil dan anak pada Januari 2017 ini tidak ada. Sedangkan pada 2016 pada periode yang sama sebanyak enam kasus.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Sunhadi, kematian ibu hamil (AKI) ini dipengaruhi beberapa hal, diantaranya ibu hamil di bawah usia 20 tahun yang masih tinggi, kemudian Pasangan Usia Subur (PUS) yang beresiko tinggi usia di bawah 20 tahun atau usia diatas 35 tahun serta yang ketiga adalah penyakit penyerta.

"Angka Kematian Ibu (AKI) di Bojonegoro pada 2015 dan 2016 sejumlah 23 kasus dan di tahun 2017 sampai Januari, jumlahnya nol," katanya, Kamis (16/2/2017).

Tahun lalu, ibu hamil yang menderita penyakit jantung 10 orang dan 5 diantaranya meninggal. Data yang ada dari 19.521 ibu hamil di Bojonegoro, 14.489 diantaranya adalah masuk dalam ibu hamil resiko tinggi (risti). Sedangkan 613 adalah ibu hamil diusia kurang dari 18 tahun dan 1.915 ibu hamil usia di atas 35 tahun.

Hal lain yakni kematian bayi ditahun 2016 karena BBLR (Bayi lahir dengan kondisi berat badan yang rendah) kasusnya mencaai 112 bayi dengan usia kehamilan 32 minggu dan berat bayi di bawah 500 gram. Menurut Sunhadi hal ini dikarenakan gizi ibu yang rendah di masa kehamilan.

"Berkaca dari kasus kematian ibu dan bayi inilah maka pemerintah melalui Dinas Kesehatan melakukan beberapa upaya antara lain dengan pendewasaan usia perkawinan, revitalisasi UKS dan beberapa kegiatan lain," jelasnya.

Sunhadi menjelaskan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat di pengaruhi oleh beberapa hal antara lain faktor lingkungan yang mencapai 45 persen, perilaku diangka 35 persen dan 15 persen adalah layanan kesehatan.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono, mengungkapkan, seluruh SKPD dan puskesmas diharapkan bisa mengidentifikasi masalah yang terjadi di masing-masing wilayah. Hal itu untuk peningkatan layanan kesehatan, mulai infrastruktur, manajemen, kualitas layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekda juga menekankan kepada seluruh kepala UPT untuk mengidentifikasi setiap masalah di wilayah masing-masing sekaligus solusi yang akan dilakukan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. "Kepada para pimpinan SKPD untuk mendukung dan membantu dalam upaya peningkatan kualitas layanan sehingga akan semakin cepat dalam memberikan layanan kepada masyarakat," terangnya. [lus/suf]

Tag : ibu hamil bayi

Komentar

?>