Rabu, 20 September 2017

517 Santri Ponpes Alfalah Trenceng Dapat Pengobatan Gratis

Sabtu, 11 Februari 2017 17:09:30 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
517 Santri Ponpes Alfalah Trenceng Dapat Pengobatan Gratis

Tulungagung (beritajatim.com) - Ratusan santri dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung mengikuti pengobatan gratis. Bakti sosial ini diselenggarakan oleh Komunitas pondok pesantren atau Robithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur bekerja sama dengan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI) dan Djarum Foundation.

Ketua Pengurus Cabang RMI Tulungagung Bagus Ahmadi dikonfirmasi di sela acara mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian RMI terhadap kesehatan masyarakat di sekitar ponpes, terutama ponpes yang berada di daerah-daerah pelosok.

"Kegiatan semacam ini (bakti sosial pengobatan gratis) inisiatif dari RMI bekerjasama dengan Djarum Foundation dan YBSI untuk menjaga kesehatan baik komunitas pesantren maupun masyarakat di luar ponpes, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," kata Bagus Ahmadi, Sabtu (11/2/2017).

Dalam kegiatan pengobatan masal gratis itu, kata Bagus, diikuti sedikitnya 517 peserta. Peserta terdiri dari masyarakat sekitar ponpes maupun internal santri.

"Kegiatan ini menekankan pada perilaku hidup sehat, menjaga kesehatan," tambahnya singkat.

Menurut Ketua RMI Jawa Timur KH. Reza Ahmad Zahid, bakti sosial pengobatan gratis kali ini yang ke-26. Pihaknya menggelar acara ini secara bergilir di sejumlah ponpes se- Jawa Timur. Setelah dari Ponpes Alfalah Trenceng, ia memastikan kegiatan serupa, dilanjutkan ke ponpes lainnya.
    
"Semangat kegiatan ini adalah selain bentuk pengabdian langsung RMI juga bertujuan mengkampanyekan pola hidup sehat di lingkungan masyarakat sekitar ponpes," ujarnya.

Terpisah Ketua YBSI dr Virly Mavitasari menjelaskan, dari ratusan pasien yang telah ditangani, mayoritas peserta pengobatan masal gratis mengekuhkan penyakit kulit, mata, asam urat serta darah tinggi atau hipertensi.

"Peserta dari masyarakat sekitar ponpes sebagian besar kelompok lansian. Mereka mengeluhkan sakit asam urat, darah tinggi dan mata. Sementara dari kalangan santri, lebih pada gangguan penyakit kulit dan mata. Penyebabnya karena pengaruh kesehatan lingkungan serta pola makan yang mungkin kurang baik," jelasnya.

Selain berbagai penyakit itu, beberapa peserta pengobatan gratis juga mengeluhkan penyakit flu. Penyakit ini disebabkan oleh perubahan musim.

Di tempat terpisah, Perwakilan Djarum Foundation Jatim Legowo Kadri mengaku, dalam kegiatan ini pihaknya sebagai pendukung bersama YBSI. Melalui program bakti sosial gratis yang menyasar para santri dan masyarakat sekitar ponpes ini, diharapkan adanya peningkatan taraf kesehatan masyarakat.

"Kami melihat ponpes di pelosok desa ini tidak sama dengan ponpes yang ada di kota. Dimana, di kota sudah ada klinik, namun disini belum ada. Padahal lingkungan ini butuh kesehatan. Oleh karena itu, kita sangat mendukung," tandas Legowo.

Untuk diketahui, dalam bakti sosial pengobatan gratis ini melibatkan 5 orang dokter dari YBSI yang dibantu 15 orang tenaga perawat dan 5 orang relawan. Selain itu, juga didukung oleh belasan mahasiswa dari PMII Kabupaten Tulungagung. [nng/but]

Tag : pesantren

Komentar

?>