Senin, 29 Mei 2017

Syekh Jamal Faruq el-Daqaq: Ilmu dan Ahklah Harus Bersama

Sabtu, 11 Februari 2017 10:01:23 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Syekh Jamal Faruq el-Daqaq: Ilmu dan Ahklah Harus Bersama

Pamekasan (beritajatim.com) - Ilmu dan akhlak merupakan satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan laksana dua sisi koin mata uang yang sangat bernilai sekalipun berbeda antara satu sisi dengan sisi lainnya.

Hal itu diungkapkan salah satu tokoh asal Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Syekh Jamal Faruq el-Daqaq saat memberikan orasi ilmiah pada malam penutupan Pekan Ngaji ke-2 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Jumat (10/2/2017) malam.

Dalam kegiatan yang digelar sejak Rabu (1/2/2017) lalu. Mengusung tema tentang 'Pesantren dan Peradaban' dengan melaksanakan berbagai jenis ngaji, tidak hanya ngaji soal agama tapi juga berbagai aspek kehidupan. Seperti budaya, pendidikan, politik, seni, sosial dan lain sebagainya.

"Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah al-'Alaq, Nabi pun diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak. Sehingga kita harus berusaha maksimal untuk mendapatkan ilmu dari Allah SWT," kata Syekh Jamal Faruq el-Daqaq.

Tidak hanya itu, pihaknya menegaskan ilmu dan akhlak sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. "Jadi ilmu dan akhlak itu harus bersama, tidak boleh dipisah," sambung tokoh asal salah satu universitas tertua di dunia itu.

Tidak hanya itu, ilmu dan akhlak dinilai bisa bisa menjadi manfaat tersendiri bagi setiap manusia. Sebab sangat tidak mungkin ilmu dipisahkan dari akhlak, demikian juga sebaliknya. "Kalau kita punya akhlak, otomatis mempunyai ilmu. Kami berlindung kepadaMU atas ilmu bermanfaat, sebab itu akan berdampak pada akhlak," ungkapnya.

"Barang siapa yang mampu memberi manfaat bagi orang lain, maka ia akan selalu dikenang dan diingat selamanya. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi 'sebaik-baik manusia di antara kalian ialah orang yang paling bermanfaat bagi sesaama'. Jika tidak (memberikan manfaat) akan hilang dengan sekejab," jelasnya.

Lebih lanjut ditegasakan, Universitas Al-Azhar Cairo Mesir menjadi salah satu sentral peradaban dunia karena selalu berpegang teguh terhadap nilai-nilai luhur yang dipertahankan dari masa ke masa.

"Hingga saat ini kita tetap mempertahankan tradisi lama dengan menganut paham ahlussunnah wal jama'ah dengan madzahib al-arba' (empat madzhab), di bidang tauhid mengadopsi pemikiran Imam Asy'ari dan Abu Manshur Maturidzi dengan tasawuf al-Ihsan al-Ghazali," urainya.

Pihaknya berharap agar pondok pesantren yang berada di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Bisa menjadi rujukan sekaligus tolak ukur lembaga pendidikan pesantren. "Kita berdoa kepada Allah, semoga pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata bisa menjadi contoh dari seluruh pesantren di Indonesia. Khususnya di Madura ini," pungkasnya. [pin/suf]

Tag : pesantren

Komentar

?>