Minggu, 30 April 2017

STAIN Pamekasan Bedah Konsep Pendidikan Karakter

Kamis, 02 Februari 2017 07:46:08 WIB
Reporter : Samsul Arifin
STAIN Pamekasan Bedah Konsep Pendidikan Karakter

Pamekasan (beritajatim.com) - Implementasi pendidikan karakter menjadi perhatian serius bagi seluruh pemerhati pendidikan yang saat ini dinilai mulai terkikis dengan banyaknya berbagai macam persoalan.

Hal itu diungkapkan Dr Muqawim M.Ag saat mengisi kegiatan Workshop 'Implementasi Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Living Values Education (LVE) dalam Kurikulum 2013 dan KKNI' yang digelar Pascasarjana STAIN Pamekasan, Rabu (1/2/2017).

"Saat ini pendidikan karakter mendapat perhatian serius, sebab sejauh ini para pendidik cenderung hanya sebatas tahu dan tidak memahami implementasi dari pendidikan karakter itu sendiri," kata Muqowim.

Bahkan tidak jarang mereka justru 'melupakan' regulasi yang semestinya direalisasikan. "Memang dari Mendikbud ada 18 karakter dan sekolah mengklaim sudah memasukkan karakter di kurikulum, tapi implementasinya belum. Jadi kita hanya mengkrakterkan dokumen belum prilaku," ungkapnya.

"Berdasar kurikulum 2013 terdapat empat kompetensi inti atau yang biasa disebut KI, yaitu KI1 spiritual, KI2 sosial, KI3 kognitif dan KI4 keterampilan. Seharusnya penilaian kognitif itu 25 persen, sedangkan non kognitif 75 persen," sambung dosen UIN Sunan Kalijogo Yogyakarta.

Selain itu, pihaknya berharap ada upaya dan inisiatif pribadi dari para tenaga pendidik guna menanamkan pendidikan karakter. "Intinya harus ada usaha dari sekolah untuk merealisasikan hal ini, semisal satu pendidik membuat bintang di berbagai tempat, syukur-syukur satu sekolah melakukan bersama," jelasnya.

"Yang pasti keberhasilan tidak hanya dipasrahkan kepada guru, tapi produsen dari guru juga harus berubah. Karena bagaimanapun guru itu tergantung dari pembiasaan di Perguruan Tinggi dimana mereka kuliah, demikian juga seterusnya," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir sejumlah civitas akademika STAIN Pamekasan, termasuk juga sejumlah mahasiswa pascasarjana di kampus yang berencana bertransformasi menjadi intitut. [pin/suf]

Komentar

?>