Selasa, 21 Nopember 2017

Zawawi Imron Ajak Lembaga Pendidikan Lestarikan Budaya

Jum'at, 27 Januari 2017 20:56:53 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Zawawi Imron Ajak Lembaga Pendidikan Lestarikan Budaya

Pamekasan (beritajatim.com) - Budayawan Madura D Zawawi Imron mengajak sejumlah lembaga pendidikan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai sebuah karakter masing-masing daerah.

Namun berbagai budaya yang semestinya dilestarikan, seharusnya berhubungan dengan budaya yang baik dan bukan justru mempertahankan berbagai daerah yang kurang baik.

Hal itu diungkapkannya saat mengisi materi Serasehan Budaya dan Penutupan Competition of English Sciance Creativity and Matematics (CESCAM) yang digelar OSIS Madrasah Aliyah (MA) Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, Jum'at (27/1/2017).

"Saat ini yang perlu kita lakukan bagaimana menghidupkan kembali kearifan lokal Madura yang baik, serta meninggalkan berbagai budaya yang tidak baik. Sebab budaya adalah karakter kita," kata pria yang identik dengan sebutan Si Celurit Emas itu.

Bahkan sebagian budaya yang tidak baik, saat ini sudah mulai ditinggalkan. Seperti budaya carok yang juga diidentikkan dengan budaya Madura. "Kalau carok termasuk budaya, sekarang sudah mulai ditinggalkan. Kalaupun ada, tapi sudah sedikit," ungkapnya.

Lembaga pendidikan termasuk pesantren seharusnya kembali menghidupkan berbagai kegiatan kebudayaan. Sehingga kultur budaya yang baik terlestarikan dengan sendirinya. "Ini bisa dilakukan dengan latihan dialog berbicara budaya Madura dan mengekpos berbagai budaya Madura ke publik," jelasnya.

"Jadi materi tentang kebudayaan yang ada dalam program intrakurikuler maupun ekstrakurikuler lebih ditingkatkan lagi. Sehingga budaya kita tidak hilang ditelan zaman," sambung pria asal Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

CASCAM merupakan program tahunan yang digelar OSIS MA Mambaul Ulum Bata-Bata, hanya diperuntukkan bagi siswa SMA dan sederajat se Madura yang digelar sejak Jum'at (20/1/2017) lalu.

Bahkan pada perlombaan yang diikuti sebanyak 160 peserta tersebut, lebih dititik beratkan pada bidang sains. Di antaranya meliputi kreativitas di bidang karya tulis ilmiah (KTI), puisi dan sejumlah jenis perlombaan lainnya. [pin/ted]

Tag : budaya

Komentar

?>