Senin, 25 September 2017

Ubaya Tanamkan Khebinnekaan Kepada Anak Lewat Dongeng

Sabtu, 14 Januari 2017 08:03:31 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Ubaya Tanamkan Khebinnekaan Kepada Anak Lewat Dongeng

Surabaya (beritajatim.com) - Untuk mengajarkan anak-anak mengenai nilai-nilai toleransi, tenggang rasa dan menghargai keberagaman perbedaan (saling menghormati) sejak dini, Divisi Pendidikan Anak Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi (PKLP) Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar dongeng bertemakan Kebhinnekaan kepada 80 anak.

"Dongeng kebhinnekaan tersebut disampaikan oleh seorang Hypnotic Storytelling dan Pendongeng Nasional, Kartikanita Widyasari (Kak Nitnit) dan Tema Kebhinnekaan dipilih untuk memperkenalkan dan memasukkan nilai-nilai yang di junjung oleh negara Indonesia ini," kata Kepala Sekolah Kelompok Bermain Sanggar Kreativitas Universitas Surabaya, Shinta Oktaviani saat ditemui di kampus Ubaya Tenggilis, Jumat (13/1/2017).

Kebhinnekaan dipilih mengingat munculnya isu terkait SARA akhir-akhir ini. Sehingga anak-anak harus diedukasi sejak dini bahwa perbedaan itu bukanlah untuk memecah-belah tetapi justru sebagai kekuatan.

"Anak-anak yang hadir berusia 2-6 tahun sehingga dongeng merupakan cara yang menyenangkan dan dapat sekaligus mengedukasi anak-anak," katanya.

Dalam pertunjukan itu, Nitnit bercerita dengan menggunakan alat peraga berupa boneka dan gambar. Ia menceritakan tentang kehidupan anak-anak sekolah yang berbeda-beda dan saling menghormati, sehingga pesan yang disampaikan adalah bahwa semua orang bisa berteman dengan siapa saja dan dimana saja.

"Bercerita dengan anak-anak akan lebih mudah bila menceritakan hal-hal yang mudah dimengerti, dalam tema kebhinnekaan ini saya lebih menonjolkan pada perbedaan ciri-ciri fisik seperti perbedaam warna kulit, bentuk rambut, dan memberikan contohnya melalui gambar maupun dari anak-anak yang hadir," kata Kak Nitnit.

Selain mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak untuk mengkreasikan roti tawar dengan orang tuanya. Masing-masing anak mendapatkan roti tawar yang berbentuk persegi panjang utuh dan beberapa biskuit.

Peserta dapat mempersiapkan bahan pendukung lainnya untuk menghias seperti meises, trimit, mentega, selai dan jajanan lainnya. Anak dan orang tuanya bersama-sama berkreasi selama 45 menit dan dipilih 10 terbaik. [ito/suf]

Tag : ubaya dongeng

Komentar

?>