Selasa, 24 Oktober 2017

Kondisi Usus Memburuk

Bayi Pertama Kembar Siam Probolinggo Meninggal Dunia

Senin, 09 Januari 2017 18:43:44 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Bayi Pertama Kembar Siam Probolinggo Meninggal Dunia

Surabaya (beritajatim.com) – Bayi kembar siam dempet tali pusar (Omphalopagus), dengan Atresia Ani (tidak punya anus), nomer pertama Desta Aminatuz Zahro asal Probolinggo, meninggal dunia pada Minggu (8/1/2016) malam.

Hembusan nafas terakhirnya ini diakibatkan karena kondisi ususnya yang semakin memburuk pasca tiga belas hari mencalani operasi pemisahan.

Ketua tim kembar siam RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA(K). Mengungkapkan memburuknya kondisi usus ini memang sudah ditangani melalui operasi pemotongan terhadap usus yang terkena infeksi, pada Jumat (6/1/2016) lalu.

“Sebenarnya tim kami juga sudah berjalan sesuai rencana dan telah berhasil. Namun jika kemarin tidak melakukan operasi, mungkin sudah nyawanya tidak bisa tertolong. Namun takdir berkata lain,” ujar dr Agus.

Sebelumnya, tambahnya. Pada usus Desta pecah, dan beberapa usus sempat terburai keluar serta kondisinya masih lemah. Sehingga pihaknya beserta tim melakukan tindakan operasi.

“Usus yang terburai keluar itu yang membuat sang bayi tak mampu bertahan. Selain itu, beberapa usus yang telah pecah membuat kondisi bayi makin melemah. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan medis kepada Desta,” tambah dr Agus.

Meninggalnya Desta tersebut diterima dengan lapang dada oleh pihak keluarga. Sang ayah, Nurul Iman Mustari itu mengaku pasrah akan keadaan yang melanda salah satu buah hatinya itu.

“Kami hanya bisa menerima keadaan dengan lapang dada. Ini sudah kehendak Allah. Tapi kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim dokter yang rela berjaga selama 24 jam tanpa henti untuk menyelamatkan Desta,” kata  Iman dengan nada lirih.

Sementara itu, pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan, masih berharap kepada tim kembarsiam terhadap bayi yang ke dua bernama Desti Aminatuz Zahro, untuk bisa bertahan hidup dan tumbuh besar hingga bisa bertemu dengan ibunya.

"Saya masih berharap bayi Desti bisa tumbuh besar seperti bayi pada umumnya tanpa ada kelainan sama sekali," harap Iman. (ito/ted)

Tag : kembar siam

Komentar

?>