Selasa, 24 Oktober 2017

Duh, Anak Buruh Tani Lahir Bisu dan Buta

Rabu, 04 Januari 2017 21:07:04 WIB
Reporter : Zamachsari
Duh, Anak Buruh Tani Lahir Bisu dan Buta

Sampang (beritajatim.com) - Asyifa bayi yang baru berusia 8 bulan mengalami kondisi serba kekurangan pada bagian wajahnya. Tragisnya, dia hingga saat ini hanya mendapat perawatan seadanya dari keluarga yang hidup bawah di garis kemiskinan.

Orang tua bayi malang ini, yakni pasangan suami istri (Pasutri) Asmawi (35) dan Subaidah (25) warga Dusun Lembenah, Desa Telambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, sebatas buruh tani. Jangankan untuk berobat ke rumah sakit secara intensif, sedangkan penghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mulut bayi malang yang lahir pada 21 bulan Ramadan 2015 lalu itu tidak bisa mencerna makanan. Kedua mata bayi ini dalam kondisi tak bisa melihat alias buta.

Asmawi saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana mengatakan, meski anaknya dalam kondisi kekurangan pada bagian mulut, hidung dan mata, dirinya tetap berharap anaknya dalam keadaan sehat.

"Kami ini hanya seorang petani cukup bisa membawa ke bidan setempat, dan tidak sanggup ke rumah sakit," kata pria berbadan tegap itu, Rabu (4/1/2017).

Meski berusaha tabah, air matanya menetes saat bercerita tentang kondisi anaknya.

Lanjut Asmawi, karena kondisi pada bagian mulut tidak bisa menguyah makanan, Asyifa hanya bisa disuapi dengan bubur serta susu. "Kami pasrah, anak saya memang serba kekurangan. Semuanya kami serahkan kepada Allah," tutur Asmawi.

Tidak hanya itu, yang lebih memprihatinkan lagi, anak pertama pasutri Asmawi dan Subaidah ini bernama Fitriani (5) kondisi juga tak sempurna selayaknya anak seusianya. Sebab, Fitriani juga menderita tuna wicara alias bisu.

"Di balik kekurangan yang dimiliki anak-anak saya, pasti sang kuasa memberikan kelebihan. Dan saya berterimakasih kepada saudara tretan mamak beserta para wartawan yang menyempatkan diri menjenguk anak saya yang berada di pelosok desa," kata Subaidah ibu kedua anak malang itu.

Menanggapi hal itu, Moh Hasan Jailani atau biasa dipanggil tretan mamak, saat berkunjung ke rumah bayi itu, mengatakan, bahwa rasa berbagi sesama umat manusia perlu dan bisa meringankan beban sesama. Apalagi kondisi bayi atas nama Asyifa dan Fitriani serta kedua orang tuanya yang serba kekurangan.

"Mari kita meringankan beban mereka, rejeki yang kita miliki sebagian adalah hak mereka," tandasnya. [sar/but]

Tag : bayi sampang

Komentar

?>