Senin, 27 Maret 2017

ITS Raih Peringkat II Kampus Terhijau Se-Indonesia

Jum'at, 30 Desember 2016 20:54:11 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
ITS Raih Peringkat II Kampus Terhijau Se-Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dinobatkan sebagai kampus hijau terbaik "Green Metric World University" peringkat ke II tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI).

Jika di lihat dari peringkat dunia berarti ITS berhasil duduki peringkat ke 43, dengan total skor 6.370.

Kepala Unit Pengelolaan, Pengendaliaan dan Pengawasan Program (P4) ITS, Dr Irhamah, mengatakan capaian ini karena berhasil memperoleh nilai terbaik dari enam kategori penilaian pada kategori pendidikan.

"Nilai tertinggi tersebut disebabkan program berkelanjutan ITS, dana penelitian, publikasi dan kegiatan ilmiah, serta kegiatan organisasi mahasiswa yang terkait dengan lingkungan. Sedangkan, kategori lain yaitu infrastruktur yang didukung dengan pembangunan Green Building di gedung kampus," papar Irhamah.

Ia menambahkan, Beberapa penerapan Green Building yang memperkuat penilaian dewan juri tersebut seperti penggunaan solar cell di Gedung Pusat Riset ITS. "Gedung tersebut didesain menggunakan solar cell sebagai energi listrik alternatif. dan ITS sengaja mencanangkan untuk bangun dengan konsep Green Building,” jelas dosen Departemen Statistika ITS ini.

Selain Gedung Pusat Riset ITS, Masjid Manarul Ilmi ITS juga didesain dengan konsep pencahayaan yang mumpuni. Di mana arsitektur masjid tersebut didesain dengan pelataran yang luas. Pengelolaan limbah air Masjid Manarul Ilmi juga didaur ulang digunakan sebagai air penyiraman tanaman yang ada di pekarangan masjid.

"Untuk kategori transportasi, penggunaan sepeda kampus, jalur pejalan kaki dan pengguna sepeda, edukasi keamanan berkendara dengan banner yang tersebar di sudut kampus dan transportasi internal dalam kampus menjadi program ITS yang berhasil memikat hati para dewan juri," uarinya.

Untuk menghasilkan pemeringkatan yang objektif, UI Green Metric memiliki bobot indikator penilaian. Bobot tersebut yaitu infrastruktur (15 persen), energi dan perubahan iklim (21 persen), pengolaan limbah (15 persen), penggunaan air (10 persen), transportasi (18 persen) dan pendidikan (18 persen).

Irhamah optimistis ITS akan terus mempertahankan dan meningkatkan peringkatnya baik secara nasional atau pun dunia. Peningkatan dari segi kuantitas dan kualitas kegiatan pengelolaan lingkungan menjadi upaya ITS untuk meningkatkan peringkat.

“Kuantitas dan kualitas akan kita tingkatkan sebagai bentuk keseriusan ITS nantinya. Jadi, tidak hanya jumlah tapi juga mutu akan kita tingkatkan,” tandas perempuan berjilbab ini memastikan.

Dijelaskan Irhamah lebih lanjut, salah satu program ITS yang memerhatikan pengembangan lingkungan adalah ITS Smart Eco Campus. Program tersebut, menurut Irhamah, menjadi branding bahwa ITS juga peduli terhadap berbagai kegiatan berbasis lingkungan atau green movement.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana, mengatakan pencanangan program smart eco-campus tidak hanya mengupayakan kampus yang bersih dan hijau. “Namun juga harus bisa memerhatikan aspek pengelolaan sumberdaya agar dapat lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Beberapa hal, tambahnya. Juga berkaitan dengan penataan lingkungan. dilakukan seperti air, listrik dan kertas serta pengelolaan lalu lintas di dalam kampus.

Di samping itu, perlahan tapi pasti pendistribusian kewajiban pengelolaan secara menyeluruh juga ikut melibatkan berbagai strata manajemen kampus.

“ITS sudah berhasil meningkatkan peringkat Green Metric-nya secara nyata sehingga mencapai posisi kedua di antara kampus di Indonesia. Alhamdulillah hasil dari program ini sudah mulai kelihatan saat ini,” tandas Joni. (ito/ted)

Tag : its

Komentar

?>