Selasa, 26 September 2017

Kesadaran Penderita Tuberkolosis Masih Rendah

Rabu, 28 Desember 2016 17:55:04 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kesadaran Penderita Tuberkolosis Masih Rendah

Bojonegoro (beritajatim.com) - Penderita penyakit tuberkulosis (TB) yang ada di Kabupaten Bojonegoro setiap tahun mengalami peningkatan. Kesadaran penderita penyakit akibat infeksi bakteri itu juga masih rendah.

TB HIV Care Aisyah, Dian mengungkapkan, pada tahun 2013 saat itu ditemukan 1 penderita TB MDR (resisten terhadap obat), tahun 2014 penderita TB MDR di Bojonegoro yang terpantau 2 orang, 1 orang sembuh karena rutin memeriksakan diri sedangkan 1 orang meninggal dunia.

Ditahun 2015 pasien TB MDR menjadi 7 kasus, 3 mengikuti pengobatan sehingga sembuh, sedangkan 1 orang berhenti ditengah jalan tidak meneruskan pengobatan dan 3 lainnya menyerah pasrah merelakan nafas mereka harus terhenti.

Kemudian ditahun 2016 ini 7 orang penderita TB MDR, 3 mengikuti pengobatan sedangkan 4 orang lainnya memilih menghentikan pengobatan dengan beragam alasan. Pihaknya menyayangkan sikap para penderita yang menghentikan pengobatan padahal resiko mereka menularkan TB MDR demikian besar.

"Apalagi ketika mereka sudah positif menderita TB MDR maka resiko menularkan TB MDR 100 persen," ujarnya, Rabu (28/12/2016).

TB Care Aisyah mengharapkan agar semua pihak turut serta menekan jumlah pasien TB MDR yang menghentikan pengobatan. Dia menuturkan peran lingkungan keluarga sangat dominan untuk senantiasa mengingatkan agar pasien mau melakukan pengobatan.

Tak hanya itu keluarga juga diharapkan setia mendampingi ketika mereka melakukan pemeriksaan. "Ini adalah khusus penderita TB MDR atau penderita TB yang sudah resisten terhadap obat," terangnya.

Sedangkan jumlah suspect TB segala jenis di Kabupaten Bojonegoro tahun 2014 terdapat 436, 123 BTA dan 78 CNR. Tahun 2015, 476 orang suspect, 167 BTA dan 168 CNR. Ditahun 2016 meningkatkan 903 warga Bojonegoro suspect, 199 BTA dan 308 CNR.

Sementara itu, dokter Agus perwakilan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro menjelaskan bahwa kini layanan poli paru di RS Veteran sudah terpisah demikian juga untuk rawat inap. Di RS Veteran di poli paru dibedakan menjadi 3 yakni khusus penderita TB, Non TB dan TB MDR.

"Jika selama ini masih tercampur maka di RS Veteran semua sudah sesuai klasifikasi hasil pemeriksaan," jelasnya.

Seperti diketahui, untuk penanganan kasus penyakit itu pihak TB Care Aisyah melakukan rapat koordinasi dengan berbGai stakeholder. Rapat Advocate Key Issue and Policies SSB TB HIV CARE Aisyiah, dipimpin oleh Asisten II Setyo Yuliono yang dihadiri beberapa pihak mulai Ketua PD Muhamadiyah Bojonegoro, Suwito. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bojonegoro, dr Sunhadi, perwakilan RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro dan segenap lintas sektoral.

Dalam rapat ini pihak TB CARE Aisyiah dan PD Muhamadiyah agar secepatnya RSUD Sosodoro Djatikusuma menjadi rujukan penanganan TB MDR, karena selama ini harus langsung ke Dr Soetomo Surabaya.  Hal lain adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pengobatan dan tuntas berobat menjadi kendala terbesar dalam penurunan penyakit ini. [lus/but]

Tag : kesehatan

Komentar

?>