Rabu, 29 Maret 2017

Workshop Ortopedi APPS, 8 Pasien Dioperasi

Sabtu, 17 Desember 2016 23:15:19 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Workshop Ortopedi APPS, 8 Pasien Dioperasi

Surabaya (beritajatim.com) - Asia Pasific Spine Society (APPS) Surabaya gelar Operative Course kumpulkan ratusan dokter spesialis Orthopedi dari berbagai negara. Progam ini dimaksudkan untuk membagikan cara tepat menangani penyembuhan bedah operasi ortopedi atau tulang belakang kepada pasien.

Dengan dipandu langsung oleh 19 pemateri yang memiliki berbagai kapasitas dalam menangani kasus ortopedi dari luar negeri, ratusan peserta tersebut akan melakukan praktik langsung kepada pasien, di RSUD Dr Soetomo, Sabtu (17/12/2016).

Dokter spesialis orthopedi, RSUD Dr Soetomo, dr I Ketut Martiana SpOT (K) menjelaskan dalam praktik langsung pada rangkaian acara ini dipimpin oleh dokter spesialis anggota APPS yang sudah biasa menangani kasus serupa. Namun, ada 2 dokter lagi, sebagai asisten yang juga ada di ruang operasi.

Dokter pertama bertugas mendampingi dan peserta Operative Course yang sebelumnya diundi untuk berkesempatan masuk ke ruangan operasi.

“Kami siapkan pasien yang mengalami masalah, tapi pasien tersebut juga sudah mendapstkan izin Konsil Kedokteran Indonesia yang menjadi bagian dari kementerian. Kami cari izin selama setahun agar bisa mendapat operasi karena melibatkan dokter asing,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pasien yang akan dioperasi pada praktik ini ada 9 pasien terpilih dari Jawa Timur, dengan berbagai permasalahan tulang belakang yang sudah dikirim pada spesialis di berbagai negara dan siap untuk dilakukan operasi.

“Tetapi yang satu dilepas karena terlalu berisiko jika dikerjakan untuk workshop. Jadi tinggal 8 pasien yang kami tangani selama 8 hari,” ujarnya.

Dalam seputaran workshop ini, tambahnya. Akan mengobati atau mencarikan solusi kepada wanita berusia sekitar 50 tahun, yang mengalami tulang pinggang serta punggungnya sudah membungkuk, dan akan dilakukan cara menaruh alat di pinggangnya hingga bisa kembali lurus. Namun, bisa meminimalisir luka saat dioperasi.

“Ada juga yang bawa alatnya sendiri, bahkan ada yang menyumbangkan alatnya untuk pasien di RSUD Dr Soetomo,” tambahnya.

Juga terdapat spesialis dari Hongkong yang menerapkan teknik pengambilan tulang bagian depan yang bermasalah atau bengkong pada anak usia 13 tahun. Namun, pada operasi semistinya membutuhkan biaya lebih dari Rp 100 juta.

"Keseluruhan pasien merupakan anggota BPJS. Tapi pada praktik ini mulai dari persiapan pasien sudah ditanggung pihak rumah sakit. Tapi, kalau mau diklaim ke BPJS sesuai paket hanya dapat Rp 20 juta,” paparnya.

Saat ini, dikatakan pria yang juga ketua panitia acara ini anggota APPS dari Indonesia hanya 8 orang. Padahal jumlah spesialis tulang belakang di Indonesia hampir 80 dokter. Sehingga usai kegiatan ini pihaknya akan mendorong spesialis muda untuk berkontribusi dalam APPS.

“Ini juga ajang spesialis muda untuk belajar langsung belajar teknik bedah pada ahlinya pertama,” ungkapnya.

Sementara itu, Spesialis ortopedi asal Jepang, Prof Kuniyoshi Abumi MD mengungkapkan, pada dasarnya teknik membedah itu sama di tiap negara. Hanya seja setiap spesialis memiliki kecakapan tersendiri dalam memakai alat bedah.

“Tidak ada yang spesial, ini faktor kebiasaan. Karena dengan memakai alat yang biasa dipakai akan memudahkan proses pengerjaan operasi,” ungkap pria yang juga guru besar di Hokkaido University Jepang ini.

Ia berharap, lebih banyak spesialis di Indonesia yang bergabung dalam APPS. Sebab lebih banyak manfaat yang bisa diterapkan sebagai kontribusinya pada dunia kesehatan. Selain itu dalam setiap pertemuan dan Operative Course juga akan dibahas peningkatan hasil dan komplikasi dari operasi.

Diketahui, acara ini diikuti oleh 101 peserta apesialis ortopedi. 75 diantaranya peserta dari Indonesia dan 26 peserta Internasional. [ito/but]

Tag : kesehatan

Komentar

?>