Jum'at, 21 Juli 2017

Sering Dikritik, BKD Programkan Guru Pioner di Lumajang

Rabu, 07 Desember 2016 19:26:13 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Sering Dikritik, BKD Programkan Guru Pioner di Lumajang

Lumajang (beritajatim.com) - Kerap mendapat protes saat melakukan mutasi guru, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan inovasi dengan program "Guru Pioner". Program ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dan proses belajar mengajar yang mampu diterima peserta didik.

"Guru pioner ini nantinya akan menjadi ujung tombak sekolah dalam inovasi proses belajar mengajar," ungkap Kepala BKD, Nur Wakit Ali Yusron pada beritajatim.com saat dihubungi, Rabu (7/12/2016).

Lanjut dia, Guru Pioner ini menggunakan kurikulum berbasis local genius yang disusun oleh Guru, Komite, Wali muri dan Siswa. Sehingga, ada juklak dan juknis bagaimana program sekolah tidak tabrakan dengan aspirasi dari wali muri dan siswa.

"Nantinya Guru Pioner akan menjadi fasilitator antara sekolah dengan masyarakat," paparnya.

Wakit menceritakan program Guru Pioner lahir karena adanya penolakan dan protes dari komite sekolah, wali murid, siswa dan juga anggota DPRD. Saat itu, ada mutasi guru di Kecamatan Tempusari dan Pasrujamber yang melayangkan protes ke Bupati dengan surat resmi.

"Saya kaget, karena belum setahun di BKD, kemudian saya turun ke lapangan dengan mencari informasi sesuai fakta," terangnya.

Wakit menemukan alasan kenapa guru yang dimutasi digandoli, dikarenakan mampu meningkatkan kualitas sekolah dengan pendekatan yang baik. Sehingga, antusias masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya tinggi di salah satu lembaga pendidikan.

"Dari itu, saya memanggil guru yang digandoli dan kemudian diajak merumuskan Guru Pioner, agar guru disekolah lainya memiliki inovasi," paparnya.

BKD kemudian akan menggunakan guru PNS dari Jalur K2, dikarenakan masih muda dan energik. "Alhamdulillah sudah ada 217 guru yang bersedia untuk program ini sesuai dengan koordinasi bersama Dinas Pendidikan," pungkasnya. [har/but]

Komentar

?>