Selasa, 25 Juli 2017

Tunjangan Tak Cair, Puluhan Guru MI Wadul Dewan Gresik

Senin, 05 Desember 2016 17:28:25 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Tunjangan Tak Cair, Puluhan Guru MI Wadul Dewan Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kabupaten Gresik wadul ke Dewan terkait belum cairnya tunjangan profesi guru (TPG). Mereka datang ke dewan untuk memperjuangkan pencairan TPG yang sampai saat ini belum cair.

Perwakilan guru MI itu, didampingi pimpinan cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Gresik. Juga hadir mantan anggota DPRD Gresik periode 2004-2009 Amin Syam dari Pondok Pesantren (Ponpes) Alkarimi Tebuwung.

Rombongan guru MI bersama PC Pergunu Gresik diterima Komisi D DPRD Gresik. Dalam hearing itu, langsung dipimpin oleh Ketua Komisi D Muntarifi. Hadir pula, M.Nashim selaku Kasie Kantor Departemen Agama Gresik.

Dalam pertemuan itu, para guru maupun PC Pergunu berbicara bergantian. Intinya, mereka mengeluhkan TPG atau tunjangan intensif MI yang tidak cair selama kurun semester kedua 2016. Jumlah guru MI yang mendapatkan sertifikasi dari program pemerintah pusat itu sebanyak 211 orang. Masing-masing guru rata-rata mendapat tunjangan sebesar Rp1,5 juta perbulan.

"Biasanya lancar-lancar saja. Tapi, sekarang sejak perubahan kurikulum, jadi tidak cair. Hal ini jelas merugikan kami,” ujar M Jaelani, guru dari Kecamatan Driyorejo, Senin (05/12/2016).

Amin Syam menambahkan, sebanyak 211 guru MI yang tunjungannya tidak turun sejak semester kedua 2016 adalah para guru mata pelajaran umum. Hal itu dipicu adanya perubahan kebijakan dari pusat bahwa guru setingkat MI yang TPG-nya dapat dicairkan adalah guru kelas dan guru mata pelajaran agama.

“Kebijakan inilah yang kemudian membuat tunjangan para guru MI tidak dapat dicairkan. Padahal, pertama kali program tunjangan intensif ada, ya guru-guru mata pelajaran umum di MI yang mendapat tunjangan,” tukasnya.

Atas dasar itulah, baik Jaelani maupun Amin Syam meminta kepada Komisi D DPRD Gresik untuk dapat memfasilitasi menuntaskan masalah yang dihadapai para guru MI di Gresik.

"Kami mohon kepada Komisi D untuk dapat membantu kami mencarikan solusi. Karena kami sudah berkali-kali mengeluhkan hal ini tetapi tidak pernah direspon," ujar Amin Syam.

Menanggapi hal ini, M Nashim selaku Kasi Mapenda Kantor Depag Gresik mengaku, tidak dapat berbuat banyak atas keluhan para guru MI tersebut. Pasalnya, memang ada aturan baru dari pemerintah pusat yang membuat tunjangan profesi guru mata pelajaran umum MI tidak dapat dicairkan. Padahal, pihaknya sangat berharap tunjangan par aguru itu dapat dicairkan. "Dasar kami mencairkan apa, sebab sejak muncul aturan baru tidak ada pencairan," paparnya.

Anggota Komisi D Khoirul Huda menyarankan kepada Mapenda Gresik untuk dapat berkonsultasi kepada Departemen Agama di Jakarta. Sebab, harus diperjelas aturan yang turun itu. Apalagi, antar kabupaten berbeda-beda kebijakannya. Ada yang TPG MI mapel umum dapat dicairkan, tetapi ada yang tidak dapat dicairkan.

"Kalau ada polemik ini, maka jalan satu-satunya harus konsultasi ke Jakarta. Kami siap mengawal saran," tandas politisi dari PPP itu. [dny/kun]

Tag : demo guru gresik

Komentar

?>