Jum'at, 23 Juni 2017

Eksperimen Mahasiswa Ubaya, Hasilkan Rancangan Busana Kerja ala Tentara Jepang

Jum'at, 02 Desember 2016 22:17:46 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Eksperimen Mahasiswa Ubaya, Hasilkan Rancangan Busana Kerja ala Tentara Jepang

Surabaya (beritajatim.com) – Terinspirasi dari baju Zirah oyora yang dipakai oleh tentara Jepang pada zaman dahulu, Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) merancang baju yang cocok digunakan untuk bekerja dan pesta ala Zirah Samurai "Kinzoku".

Perancang Zirah Samurai "Kinzoku", Evlin Alvionita di Kampus Ubaya, Jumat (2/12/2016), mengungkapkan. Berlatar belakang menyukai budaya Jepang, dan ingin mengombinasikan antara seragam tentara dan baju kerja yang biasanya di pakai orang Indonesia untuk kekantor yang sangat minimalis, makadari itu dirinya mendesain Kinzoku dalam tugas akhir yang ditempuhnya.

"Kinzoku memiliki arti Metal, dan jika di Desain baju kantor rancangan ini juga masih cocok. Semua baju dapat dipakai untuk kerja tetapi juga bisa dipakai hang out. Dari baju zirah samurai, banyak hal yang bisa dikembangkan seperti Obi Belt, High Slit, Inverted Box Pleats dan juga Cut Out,” ungkap Evlin.

Dari karya yang dibuat oleh mahasiwa Fakultas Industri Kreatif ini terdip dari beberapa jenis. Diantaranya, City Wear dengan memakai bahan-bahan seperti polyester linen, Organdi, Duchesse Sateen, dan juga printed fabric.

"Kesulitan hanya dalam mempersiapkan desainnya, karena bagian dari eksperimen saya. Untuk merancang dan melakukan riset, membutuhkan waktu selama lima bulan," paparnya.

Karya Evlin nantinya akan dikemas dalam Graduation Show di hari Sabtu (3/12). Selain itu enam mahasiswa Fakultas Industri Kreatif juga akan memamerkan lima rancangannya.

Sementara itu,Kepala Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif, Hany Mustikasari mengatakan tema besar dalam Graduation Show yaitu “Tancy” yang berarti sosok yang tangguh atau kuat.

"Hal ini menggambarkan ketangguhan mahasiswa setelah berhasil melalui tugas akhir yang merupakan hasil kerja keras mereka," kata Hany Mustikasari.

Dijelaskannya, mahasiswa memiliki konsep dan inspirasi yang berbeda-beda melalui 40 desain pakaian dan 15 asesoris selama  satu semester. Kemudian 1 semester berikutnya mereka harus menjahit sendiri karya mereka minimal tiga pakaian dan dua sisanya boleh diserahkan kepada penjahit, termasuk lima sepatu dan asesoris lainnya.

"40 desain tersebut terbagi atas 4 jenis baju yaitu casual, City Wear, Coctail dan Evening Wear," jelas Hany Mustikasari.

Diketahui, mahasiswa memang diwajibkan untuk menjahit sendiri karyanya, karena seorang desainer selain bisa merancang desain, tetapi juga harus dibekali dengan kemampuan produksinya. (ito/ted)

Tag : ubaya

Komentar

?>