Kamis, 22 Juni 2017

Bocah SD di Surabaya Kumpulkan Dana Rp 7 Juta untuk Muslim Rohingya

Kamis, 24 Nopember 2016 01:32:43 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Bocah SD di Surabaya Kumpulkan Dana Rp 7 Juta untuk Muslim Rohingya

Surabaya (beritajatim.com) -  Pelajar SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, menggelar aksi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas untuk muslim Rohingya. Walhasil, bocah-bocah SD itu sanggup mengumpulkan dana hingga Rp 7 juta.

Sebelum penggalangan dana, sebanyak 270 siswa-siswi berkumpul di lapangan sekolah sembari membawa spanduk dan poster. Setelah itu melakukan orasi untuk menyatakan sikap keprihatinan dan rasa kepeduliannya terhadap sesama umat muslim.

“Kami sangat sedih dan prihatin atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara Muslim di Myanmar. Kami berharap kedamaian dunia bisa hadir di sana agar kekejaman seperti pembakaran rumah dan penembakan orang tidak bersalah oleh aparat negara bisa dihentikan,” ujar Abid Faza saat beorasi di lapangan sekolah setempat, Rabu (23/11/2016).

Sedangkan, Azharia Putri, orator lainnya, meminta pemerintah Indonesia mengambil tindakan nyata. Semisal mengusulkan ke PBB agar dapat menghentikan kejadian memilukan tersebut. “Pemerintah Indonesia jangan tinggal diam. Kasihanilah mereka yang ditindas dengan kejam,” tegasnya diikuti pekik takbir.

Selesai berorasi, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana yang dikoordinasi beberapa siswa. Dengan bergantian para peserta aksi memberikan donasinya secara tertib.

Menurut koordinator aksi sekaligus guru SDM 4 Pucang Surabaya, Mukhlisin MPdI, hingga hari ini paniti sudah mengumpulkan dana sekitar Rp 7 juta. "Dana bantuan yang terkumpul ini nantinya akan disalurkan melalui Lazismu agar bisa disampaikan kepada perwakilan yang sedang bertugas menjaga perdmaian di sana," terang Muhlisin.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDM 4 Pucang Surabaya, Edy Susanto Mpd, mengatakan, aksi solidaritas yang melibatkan seluruh para siswa-siswi dan guru ini untuk memupuk rasa kepedulian dan kedewasaan pemikiran siswa terhadap segala kejadian yang mengusik perdamaian.

“Aksi ini juga sebagai media untuk mengajarkan kepada siswa tentang kepedulian terhadap sesama, lebih-lebih kepada sesama umat Islam,” tandas Edy. [ito/suf]

Komentar

?>