Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Peringati 10 November, SMATAG Gelar Treatrikal Perjuangan Arek-arek Suroboyo

Selasa, 08 Nopember 2016 16:41:51 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Peringati 10 November, SMATAG Gelar Treatrikal Perjuangan Arek-arek Suroboyo

Surabaya (beritajatim.com) - Sebanyak 80 siswa-siswi SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya lakukan aksi teatrikal drama kolosal pekik semangat pertempuran arek-arek Suroboyo memukul mundur penjajah Belanda. sebagai peringati peristiwa 10 November, di halaman sekolah setempat, Selasa (8/11/2016).

Adegan yang diperagakan para siswa itu, mulai dari keluarnya selebaran ultimatom tentara penjajah kepada rakyat Surabaya, hingga peristiwa sekumpulan arek-arek suroboyo berhasil menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby. "Teatrikal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan," kata Kepala SMATAG Prehantoro.

Dengan aksi ini, dijelaskannya. Siswa SMA diharapkan selalu ingat perjuangan para pahlawan. Sehingga, mampu menumbuhkan rasa kebangsaan yang besar. "Kami minta siswa menghayati dan merasakan perjuangan untuk merebutkan kemerdekaan dari tangan penjajah," jelasnya.

Untuk aksi tetrikal, peringaran tahun ini. Siswa SMATAG juga akan diajak tabur bunga di makam Bung Tomo. Serta pagelaran wayang kulit yang bertema kepahlawanan yang nantinya akan dibawakan oleh dalang cilik dari Sanggar Baladewa Surabaya.

Siswa kelas 12 SMATAG yang juga terlibat dalam teatrikal, M. Regil Ervinosa mengatakan, persiapan latihan untuk aksi teatrikal berdurasi sekitar 15 menit ini hampir satu minggu. "Jadi, hampir tiap hari latihan untuk mematangkan konsep. Alhamdulillah kegiatan sukses," kata M. Regil.

Drama kolosal ini, tambahnya. Menyiratkan  sebuah kesan kebanggaan baginya karena bisa mengenang tragedi bersejarah di Indonesia terutama di kota pahlawan ini. "Bangga, seru, bisa menyajikan peristiwa bersejarah. Ini sekaligus mengenang sejarah bangsa dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pelajar," tambahnya.

Sementara itu, siswa lainnya. Yuriska Adella, berharap generasi muda tidak menyia-nyiakan perjuangan para pahlawan dan tidak melupakan sejarah. "Lewat teatrikal ini, sedikit banyak menjadi tahu susahnya berjuang melawan penjajah. Kita harus mampu menghargainya," ujar siswa yang berperan menjadi perawat ini. (ito/kun)

Komentar

?>