Sabtu, 27 Mei 2017

IKA-ITS Sampaikan Saran ke Presiden RI

Dwi Soetjipto : Industri Perkapalan dan Laut Dalam Harus Diperkuat

Selasa, 01 Nopember 2016 20:07:13 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Dwi Soetjipto : Industri Perkapalan dan Laut Dalam Harus Diperkuat

Jakarta (beritajatim.com) - Setelah melakukan pertemuan akbar di kompleks kampus Sabtu (29/10) lalu, delegasi Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA-ITS) Surabaya menyampaikan aspirasinya mengenai "Indonesia Poros Maritim Dunia: Membangun Indonesia Menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju dan Kuat. Kepada Presiden RI Joko Widodo.

Saran atau masukan untuk pemerintahan itu dikawal langsung oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP-IKA) ITS, Dwi Soetjipto, di Istana Merdeka. Selasa (1/11/2016).

"Dalam UUD 1945 telah menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan, demikian juga penegasan oleh Deklarasi Juanda. Dengan luas wilayah laut kita mencapai 70 persen, strategi negara maritim, perlu diperkuat dan pengimplementasian yang baik." Kata Dwi Soetjipto melalui surat elektronik yang di terima beritajatim.com.

Oleh karena itu, pria yang menjabat sebagai Dirut Pertamina ini menambahkan, ekonomi berbasis maritim nilah yang harus diperkuat dan dikembangkan. Karena Industri maritim sangat potensial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia.

"Di antaranya adalah industri perkapalan, perikanan, transportasi laut, wisata bahari, migas laut dalam dan yang prospek jangka menengah dan panjang adalah energi laut jenis arus, gelombang dan panas laut, itu yang bisa dikembangkan dengan baik lagi," papar .

Satya Widya Yudha, Anggota DPR RI yang menjadi anggota delegasi IKA-ITS menambahkan, keahlian di bidang laut dalam dan perkapalan telah dikembangkan diperguruan tinggi. Semisal di Surabaya sudah ada ITS dan PT PAL.

"Jadi, kita harapkan negara melalui presiden bisa memberi dukungan, agar kemampuan industri dalam negeri di bidang kelautan dan perkapalan ini dapat berperan dalam pembangunan. Sehingga ketergantungan impor kapal dan teknologi kelautan dapat dikurangi dan Indonesia bisa semakin mandiri. ITS dan Alumni ITS siap mendukung Presiden ke arah kebijakan ini." jelas pria yang menjabat Ketua Dewan Pakar IKA ITS ini.

Sementara itu, delegasi dari IKA-ITS yang ikut ke istana presiden antara lain Mukhtasor, mantan Anggota Dewan Energi Nasional (2009-2014), Anggota Komisi VII DPR RI, Rifky E. Hardijanto, Kepala PPSDMKP Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Gatot Kustyadji, Direktur Engineering dan Proyek PT. Semen Indonesia, dan Anas Rosjidi, Sekjen PP. IKA ITS. (ito/kun)

Tag : its

Komentar

?>