Minggu, 30 April 2017

Ratusan Dokter Demo Tolak DLP

Senin, 24 Oktober 2016 19:58:50 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ratusan Dokter Demo Tolak DLP

Banyuwangi (beritajatim.com) - Ratusan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi menggelar aksi demo di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (24/10/2016). Aksi mereka itu merupakan bentuk penolakan program pendidikan Dokter Layanan Primer (DLP).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi dr. Yos Hermawan menganggap, sebab program yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Dokter itu, dianggap mubazir.

"Kami menilai itu hanya akan menghabiskan anggaran negara yang cukup tinggi. Karena dalam hitungan IDI, negara akan mengeluarkan biaya hingga Rp 300 juta setiap tahun untuk satu orang dokter yang akan mengikuti program DLP," terangnya.

Selain itu, kata Yos, program DLP dinilai juga memberatkan calon dokter. Terlebih hal itu juga merendahkan sekaligus meragukan kompetensi dokter. Pasalnya, para dokter tersebut sebelum bertugas telah melalui proses uji kompetensi untuk proses sertifikasi.

"Untuk dokter ini juga ada masa internsip dokter yang juga diatur dalam Undang-undang Pendidikan Kedokteran," jelasnya.

Meskipun demikian, para pelaku kesehatan ini tak hanya sekedar melakukan penolakan. Mereka justru memberikan sebuah solusi untuk mengatasi persoalan pelayanan kesehatan. Salah satunya pemerintah disarankan mengatur distribusi dokter agar merata di setiap daerah.

"Sebagai ganti program DLP kepada pemerintah, IDI menawarkan Program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB)," ungkapnya.

Namun, usulan ini tentunya belum menjadi jawaban atau tanggapan pasti dari pemerintah. Sehingga mereka meminta agar wakil rakyat yakni DPRD Banyuwangi mendengar dan menyampaikan keluh kesah para dokter tersebut kepada pemerintah. [rin/but]

Komentar

?>