Selasa, 19 Desember 2017

Demo Kantor Dindik, Warga Surabaya Minta Sekolah Tetap Gratis

Jum'at, 30 September 2016 06:30:09 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Demo Kantor Dindik, Warga Surabaya Minta Sekolah Tetap Gratis

Surabaya (beritajatim.com) - Berawal dari adanya statement yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur pada media massa, mengenai biaya sekolah setingkat SMA dan SMK tidak lagi gratis.

Membuat kelompok Ikatan Masyarakat Surabaya, Kamis (29/9/2016), menggeruduk kantor Dindik  yang berada di Jl Genteng Kali No 33 Surabaya untuk menyuarakan penolakan SMA/SMK dikelola oleh Pemerintah Provinsi.

"Ini kemauan warga, karena merasa tersinggung. Selama ini di Surabaya sekolah semuanya gratis, hanya tinggal surat pengantar dari RT-RW selesai. Ini aksi spontan dari ibu-ibu yang tergugah hati nuraninya. Mereka khawatir saat mendatang tidak bisa merasakan fasilitas sekolah gratis itu," kata Koordinator aksi, Sabar Suwastono saat ditemui di sela-sela demo.

Ia mengungkapkan. Sebelum Pemprov Jatim mengelola pendidikan diharapakan jangan hanya berbicara tentang kebijakan, tapi terlebih dahulu memikirkan lulusan SMA-SMK di tahun depan agar bisa bekerja.

"Pemerintah kota Surabaya telah membuktikan mampu menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas. Hal itu dirasakan oleh warga Surabaya yang menikmati pendidikan gratis mulai jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK," tambahnya.

Terkait Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 bahwa manajemen pengelolaan SMA/SMK berada di tangan pemerintah provinsi, dirinya mengatakan bahwa undang-undang hanya bikinan manusia.

"Saya menolak UUD. Itu hanya buatan manusia. UUD tak mewakili karakter. Yang terpenting adalah karakter. Harusnya provinsi adalah koordinator yang mendorong kabupaten-kabupaten agar maju bersama," tandasnya. [ito/suf]

Tag : smk

Komentar

?>