Selasa, 17 Oktober 2017

Kemarau Basah, Virus DBD Masih Ganas di Ponorogo

Sabtu, 03 September 2016 10:32:23 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Kemarau Basah, Virus DBD Masih Ganas di Ponorogo
Lora Daneen Nasyamah saat di rawat di RSU Aisyah (Pramita/Bj)

Ponorogo (beritajatim.com) - Virus nyamuk Aedes Aegpty yang menyebabkan Demam Berdarah Dengaue (DBD) di Ponorogo masih saja ganas.

Buktinya, sudah memasuki masa kemarau, sejumlah rumah sakit baik Swasta maupun milik Pemerintah masih saja ada penderita DB.

Adalah Lora Daneen Nasyamah (10 bulan) warga Perum Kertosari Indah, salah satu korban ganasnya virus DBD di Ponorogo. "Anak saya positif demam berdarah kemarin. Padahal sebelumnya tidak apa-apa," kata Angga Tomy, orang tua Lora Daneen Nasyamah kepada beritajatim.com, Minggu (3/9/2016).

Angga menuturkan awalnya anaknya panas kemudian dingin lagi. Karena khawatir saya periksakan di rumah sakit Aisyah. Angga mengatakan dari dokter disarankan untuk cek laboratorium.

"Setelah dicek positif DBD. Trombositnya sangat jauh dari ideal. Yakni 118.000, langsung saya kamarkan," katanya.

Dia berharap pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mengambil sikap. "Setidaknya kan ada foging lah. Ini virus masih ganas," harapnya.

Sementara pihak Dinkes Pemkab Ponorogo, mengakui virus DBD masih ganas. Dari data yang ada, bulan Mei ada 78 kasus, Juni ada 23 kasus, Juli ada 61 kasus, Agustus ada 14 kasus.

Kepala Dinkes, Rahayu Kusdarini, mengaku memang musimnya sudah masuk kemarau. Tapi tipenya kemarau basah. "Kemarau basah. Jadi masih bisa ada virus DBD," katanya singkat.

Dia pun mengelak tidak melakukan foging. Hanya saja, menurutnya foging bukan satu-satunya penghilang virus. Karena foging hanya membunuh nyamuk terbang bukan jentik nyamuk. (mit/ted)

Komentar

?>