Selasa, 26 September 2017

Disinyalir Pungli, Puluhan Wali Murid Ngluruk SMPN 2 Jabon

Senin, 22 Agustus 2016 15:16:40 WIB
Reporter : M. Ismail
Disinyalir Pungli, Puluhan Wali Murid Ngluruk SMPN 2 Jabon

Sidoarjo (beritajatim.com) – Para wali murid SMPN 2 Desa Permisan Kec. Jabon, ngelurug sekolah Senin (22/8/2016). Mereka mengeluh banyaknya iuran yang dibebankan kepada siswa.

Para wali murid memprotes dan merasa keberatan atas putusan sekolah yang meminta siswa membayar iuran partisipasi yang nilainya mencapai Rp 3.340.000.

Rinciannya, seragam sekolah Rp 1.342.000, Renovasi musolla sebesar Rp 1.203.000 dan biaya mandiri sebesar Rp 705.000. "Kami sangat keberatan dengan iuran yang diputuskan sekolah," kata perwakilan wali mirid, Ali Mursid.

Dia menambahkan, dirinya bersama wali murid lainnya sangat terbebani dengan jumlah iuran partisipasi itu. Karena, yang ia ketahui pendidikan di Sidoarjo gratis, akan tetapi hal tersebut sekedar wacana pemerintah. Selain itu, biaya tersebut juga tidak transparansi kepada wali murid.

"Setiap wali murid ditekan, Karena biaya itu sudah ditentukan dan wali murid disuruh mencicil sesuai kemampuannya. Kalau meminta sumbangan, ya tanyakan dulu kemampuan wali siswa," tukas Ali Mursid.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Permisan Kasianto membenarkan dengan adanya penarikan itu. Akan tetapi, dirinya tidak membenarkan terkait sumbangan yang jumlahnya ditentukan. "Dana partisipasi itu rencana akan kita buat untuk perluasan musolla dan memperbesar tegangan listrik di sekolah yang sering mati," terangnya.

Setelah mempertimbangkan bahwa di aturan pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak ada, maka dirinya terpaksa meminta iuran kepada seluruh wali murid. "Dana BOS sudah ada aturannya. Kami tidak berani mengambil dari dana bos, khawatir nanti berimbas pada hukum," tandas Kasianto. (isa/kun)

Komentar

?>