Jum'at, 21 Juli 2017

5.509 Peserta Tes TPA di 13 Sekolah dan Satu RS

Kamis, 30 Juni 2016 02:55:13 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
5.509 Peserta Tes TPA di 13 Sekolah dan Satu RS
Serius: Seorang peserta tes TPA jalur SMP serius mengerjakan soal. Semoga lolos. [foto: tito gendut/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Sebanyak 5.509 peserta mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) jalur SMP Kawasan, yang digelar serentak di 13 sekolah dan 1 rumah sakit, Rabu (29/6/2016), dari pukul 08.00 sampai pukul 10.00 WIB.

Tiap kelas terdapat satu tester atau pemberi petunjuk kepada peserta dalam mengerjakan soal dan supaya bisa lulus pada tes ini. Para peserta mengerjakan soal TPA dengan jumlah180 soal dalam 2 jam.

"Soal TPA untuk yang benar skornya 1, kalau salah skornya 0. Yang perlu lebih diperhatikan itu data diri, nantinya tester yang memastikan dan menelusuri data peserta. Karena ini berpengaruh dalam pemindaian,” ujar Humas TPA 2016, Margaretha, ketika ditemui di lokasi Tes TPA di SMAN 1 Surabaya, Rabu (29/6/2016).

Ia mengungkapkan, kecepatan peserta dalam memahami petujuk tester akan mempengaruhi pengerjaan TPA. Karena semakin cepat memahami, maka semakin cepat pula mengerjakannya.

"Penilaian lainnya juga terdapat pada aspek skoring nilai individu dan nilai rata-rata kelompok pendaftar tahun ini. Sehingga nilai yang akan diakumulasikan dengan NUN, bukan murni dari skor salah atau benar pengerjaan soal," ungkap Margaretha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan, mengungkapkan bahwa, pelaksanaan tes TPA ini berjalan lancar, meski ada satu peserta yang harus mengerjakan di rumah sakit karena peserta itu tidak memungkinkan untuk mengerjakan soal di lokasi ujian yang telah ditentukan panitia. "Alhamdulillah, tes TPA hari ini lancar, tapi ada salah satu siswa yang harus mengerjakan di rumah sakit. Kalau tak salah ada di RS Primer atau RS Islam Jemur. Namun, standar pengawasan dan pengerjan di sekolah atau rumah sakit ya sama saja. Kalau di rumah sakit itu sudah laporan sejak awal. Jadi, kami sudah menyiapkan petugas," ungkap Ikhsan.

Pihaknya juga tengah mempersiapkan perumusan perhitungan hasil dari tes TPA. "Kami sudah memiliki rumusan perhitungan ini, karena berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu ketika pelaksanaan TPA," papar Ikhsan.

Hasil TPA selanjutnya akan menentukan pemenuhan pagu sekolah kawasan. Jika pendaftar ulang kurang dari satu rombel, maka kemungkinan akan dibuka pendaftaran di jalur umum.

"Kalau saat ini untuk SMAN 3 dan SMAN 19 karena pendaftar belum memenuhi pagu, sudah langsung kami buka jalur umum,” jelas Ikhsan.

Meskipun kedua sekolah kawasan itu sejak tahun lalu juga memiliki peminat kurang, Ikhsan menuturkan tidak bisa menghapusnya dari kategori sekolah kawasan. Lantaran secara sistem pendidikan dan lainnya kedua sekolah itu telah memenuhi standar sekolah kawasan.

"Standarnya bagus (SMAN 3 dan SMAN 19), tetapi masih kurang pemahaman masyarakat dan belum kenal saja,” pungkas Ikhsan. [air/ito]

Tag : ppdb

Komentar

?>