Jum'at, 21 Juli 2017

Khawatir Anak Tak Masuk, Ortu Siswa Blokir Gerbang Sekolah

Rabu, 29 Juni 2016 14:59:12 WIB
Reporter : Misti P.
Khawatir Anak Tak Masuk, Ortu Siswa Blokir Gerbang Sekolah

Mojokerto (beritajatim.com) - Aksi blokir pintu gerbang sekolah dan penghadangan pendaftar mewarnai hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) SMPN 1 Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/6/2016). Sejumlah orang tua calon siswa yang hendak mendaftarkan anaknya di SMPN I Ngoro melakukan aksi tutup paksa gerbang sekolah.

Aksi tersebut dilakukan lantaran para orang tua resah dan khawatir jika anak-anak mereka akan tereliminasi dari daftar calon siswa. Hal tersebut dipicu banyaknya pendaftar dari wilayah tetangga seperti dari Kecamatan Pungging dan Kecamatan Mojosari. Mereka beramsusi jika hal tersebut dapat berpotensi menyisihkan calon siswa dari wilayah setempat.

Salah satu orang tua, Poniman mengatakan, pemblokiran terpaksa dilakukan karena banyaknya pendaftar dari luar Kecamatan Ngoro. "Pendaftar dari luar masuk wilayah Ngoro karena tergeser saat mendaftar SMPN di wilayahnya. "Kita khawatir, jika nilai NUN pendaftar dari wilayah lain lebih tinggi dibanding NUN anak-anak kita," ungkapnya.

Masih kata Poniman, selain itu NUN pendaftar dari luar wilayah kecamatan Ngoro hanya beda tipis dengan NUN calon siswa asal Kecamatan Ngoro. Menurutnya, secara umum NUN SD di wilayah Kecamatan Ngoro kalah dengan NUN SD wilayah lain seperti, Kecamatan Mojosari atau Kecamatan Pungging.

Sementara itu, salah satu orang tua calon siswa asal Kecamatan Prambon, Agus menyayangkan aksi pemblokiran para orang tua siswa tersebut. "Cara begitu sama artinya dengan membunuh kesempatan calon siswa lain yang patut masuk di sekolah ini," ujarnya.[tin/kun]

Komentar

?>