Selasa, 26 September 2017

Mahasiswa Unitri Malang Demo Jukir di Rektorat

Kamis, 12 Mei 2016 12:00:57 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Mahasiswa Unitri Malang Demo Jukir di Rektorat

Malang (beritajatim.com) - Sekitar 50 mahasiswa Universitas Tribhuawana Tunggadewi melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung rektorat Unitri. Masa berunjuk rasa karena aksi arogan yang dilakukan Juru Parkir (Jukir) kepada anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unitri.

Korlap aksi Novrianus Bunga mengatakan aksi arogan bermula saat Presiden Mahasiswa (Presma) dipukul oleh ketua paguyuban parkir Unitri saat mediasi bersama pihak kampus terkait maraknya aksi kekerasan oleh Jukir terhadapa mahasiswa, Rabu (12/5/2016) kemarin. Merasa dilecehkan karena Presma dipukul masa melakukan aksi demonstrasi serta meminta pihak kampus mengusut tuntas kasus kekerasan itu.

"Kami meminta diusut tuntas karena teman kami Presma Petrus Gleto dipukul dibagian wajah oleh jukir. Saat mediasi pihak kampus, mahasiswa, dan Jukir kemarin sore," ujarnya Kamis (12/5/2016).

Sebelumnya saat Jukir hendak menaikan tarif kenaikan parkir dari Rp 500 ke Rp 1,000 sempat ada penolakan dari mahasiswa. BEM melakukan sosialisasi penolakan kenaikan tarif dengan memasang banner dan sosialisasi penolakan ke seluruh mahasiswa.

"Tapi kami justru di ancam menggunakam senjata tajam. Banner kami dirusak dirobek oleh Jukir kampus. Kami minta pihak kampus bertanggung jawab atas aksi kekerasan ini," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Rumah Tangga Unitri, Andy Kristafi mengakui ada keteledoran dari pihak kampus terkait aksi pemukulan Jukir kepada mahasiswa. Namun ia menjelaskan jika kejadian tersebut bermula saat salah satu anggota BEM enggan membayar retribusi parkir. 

"Kita jangan meruntut yang jauh-jauh, kasus itu bermula saat salah satu anggota BEM menolak membayar parkir, mereka ditarik tapi tidak mau membayar alasannya anggota BEM. Itu cerita dari Jukir kami tidak mau satu pihak akhirnya kami gelar mediasi dan saat itu terjadi pemukulan karena jukir dalam keadaan emosi," paparnya.

Andy menambahkan jika anggota BEM tersebut menunjukan STNK atau Kartu Mahasiswa Jukir tidak akan menarik retribusi parkir. "Sepertinya mereka tidak menunjukan STNK dan KTM. Tapi kami tidak ingin masalah menjadi besar, kami akan upayakan jalur kekeluargaan," tukasnya. (luc/kun)

Tag : demo unitri

Komentar

?>