Pendidikan & Kesehatan

Zonasi, 13 Dari 15 SMA Negeri di Sumenep Tak Penuhi Pagu

Sumenep (beritajatim.com) – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, berdampak pada pemenuhan pagu sekolah.

Di Kabupaten Sumenep, dari 15 lembaga pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN), 13 diantaranya tidak memenuhi pagu siswa.

“Di Sumenep, untuk SMAN dan SMKN, yang pagu siswanya terpenuhi hanya 2 sekolah, yakni SMAN I Sumenep dan SMAN I Kalianget,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso, Kamis (27/6/2019).

Pendaftaran PPDB jalur reguler dimulai tanggal 17-20 Juni. Sedangkan 21 Juni pengumuman calon siswa yang diterima. Di Sumenep terdapat 12 SMAN, 3 SMKN dan 151 SMA Swasta. Seratus lebih lembaga pendidikan tingkat menengah atas itu tersebar di 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep.

“Justru di SMA swasta yang mayoritas memenuhi pagu. Kami tidak tahu apa yang terjadi di sekolah negeri ini,” ucapnya.

Ia menduga, ada yang salah dalam pola PPDB yang dilakukan masing-masing sekolah sehingga berdampak pada minimnya jumlah siswa yang mendaftar. Padahal, sebelum dibuka pendaftaran, pihaknya telah meminta agar PPDB dilaksanakan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Sejak awal kami sudah mewanti-wanti agar sekolah melaksanakan PPDB dengan tidak membentur aturan yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihak sekolah yang pagu siswanya belum terpenuhi diperbolehkan membuka pendaftaran lagi hingga maksimal tanggal 15 Juli 2019.

“Silahkan sekolah lakukan pendaftaran lagi hingga pagu terpenuhi. Tapi jangan sampai melewati tanggal 15 Juli, karena siswa baru sudah mulai masuk sekolah,” terang Sugiono. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar