Pendidikan & Kesehatan

YKAKI Surabaya Terus Peduli dan Bantu Penderita Kanker

Surabaya (beritajatim.com) – Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Surabaya merupakan yayasan yang fokus pada pengobatan serta perawatan dan akses mendapatkan pendidikan yang layak.

Didirikan pada 2013, YKAKI Surabaya bertempat di Jalan Karangmenjangan No.5 Surabaya, tak sekadar rumah untuk berteduh bagi anak-anak penderita kanker, tumor ataupun panyakit ganas lainnya yang menjalani pengobatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Tetapi juga disediakan ruang-ruang untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak tersebut.

Mulai dari sudut baca, ruang belajar, hingga area bermain. Tak ubahnya seperti sekolah. Mereka juga mendapatkan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan. Sehingga tak ketinggalan dengan yang anak-anak seusianya.

Salah satu anak yang singgah di rumah YKAKI Surabaya adalah Iqbal. Dia menderita tumor di kaki yang merambat ke bagian lengan. Di RSUD Dr Soetomo, Iqbal yang berasal dari Trenggalek menjalani rangkaian kemoterapi dan berbagai prosedur perawatan.

“Jarak tempuh dari Trenggalek ke Surabaya hingga lima jam lamanya membuat Iqbal memilih tinggal di rumah singgah YKAKI. Sehingga saat perawatan, ia cukup jalan kaki atau kadang naik becak bersama orangtuanya,” ujar Ketua YKAKI Cabang Surabaya, Anisah Mahsunah Harun.

Selain Iqbal masih ada empat anak lainnya, yakni Yuni yang sakit leukemia. Dia juga dari Trenggalek. Keduanya sama-sama menjalani pengobatan yang bertahun-tahun dan menjadi penghuni lawas rumah singgah YKAKI Surabaya.

Ada juga yang dari Sulawesi Tengah. Eka, bocah berusia 7 tahun anak pasangan dari Kasmini dan Eko Wiyono ini juga sudah berbulan-bulan berada di rumah singgah. Kondisinya dengan satu ginjal. Karena sakit kanker ginjal membuat Eka wajib menjalani sederet terapi dan kemo yang tak putus. “Setiap bulan harus kemo, jadi gak mungkin kalau harus bolak-balik pulang ke Sulteng,” cerita Kasmini.

Kasmini sangat bersyukur kala relawan dan tim dari YKAKI cabang Surabaya yang keliling di RSUD Dr. Soetomo, menawarkan untuk singgah di YKAKI Surabaya saat ia mengantar anak semata wayangnya berobat. Tawaran rumah singgah dengan sederet fasilitas itu pun melegakan hatinya.

Anisah memaparkan, ini adalah upaya para relawan yang berkomitmen untuk membantu anak-anak yang menderita penyakit ganas yang membutuhkan pertolongan dan perhatian hingga proses perawatan dan pengobatan dinyatakan benar-benar selesai oleh dokter.

“YKAKI mencoba memberikan pelayanan ekstra dan bisa meringankan beban keluarga pasien anak. Mereka cukup mengganti biaya perawatan rumah singgah Rp 5 ribu per-hari. Biaya itu sudah dihitung satu kartu keluarga. Jadi pasien anak dan orangtua yang mendampingi cukup membayar itu saja. Selain itu, popok sekali pakai dan susu juga disediakan kami,” tutur Anisa

Sedikitnya ada 19 kasur yang ada di YKAKI yang bisa ditempati setiap harinya. Untuk pendamping laki-laki diberikan kamar tersendiri. Bahkan, jika rumah singgah sedang ramai pasien, biasanya pendamping laki-laki ini rela tidur di aula. “Mereka sudah seperti keluarga. Meski awalnya datang tak saling kenal,” tutur Anisah. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar