Pendidikan & Kesehatan

Wali Murid Keluhkan Biaya Masuk SMA Negeri di Sumenep Capai Rp 3 Juta

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah Wali Murid mengeluhkan tingginya biaya daftar ulang di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Sumenep.

Salah satunya di SMA Negeri 2 Sumenep. Calon siswa yang dinyatakan diterima dan melakukan daftar ulang, dikenai biaya Rp 3.055.000. Biaya itu disebutkan untuk berbagai keperluan. Tidak hanya seragam, melainkan juga untuk sumbangan pembangunan mushalla.

“Biaya itu bagi kami cukup mahal. Apalagi tidak bisa dicicil, kecuali menyertakan surat keterangan tidak mampu,” keluh salah satu wali murid berinisial M, Jumat (28/06/2019).

Keluhan serupa juga muncul di SMA Negeri 1 Sumenep. DP, inisial salah satu wali murid di sekolah yang kerap di’cap’ sebagai sekolah favorit itu mengaku harus membayar Rp 1.000.000 lebih saat anaknya daftar ulang. “Memang lebih murah dibanding SMA yang lain. Tetapi disini juga masih harus membayar dalam jumlah lumayan,” ujarnya.

Mendengar keluhan itu, pimpinan di dua SMA Negeri di kota Sumenep itupun langsung angkat bicara. Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Suhermono menerangkan, biaya daftar ulang sebesar Rp 3.055.000 tersebut sudah berdasarkan hasil kesepakatan antara.Komite Sekolah dan Wali murid.

‘Untuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) saat ini memang dihapus. Tetapi untuk kegiatan dan layanan lainnya termasuk peningkatan kompetensi, itu kan perlu biaya. Karena itulah perlu partisipasi masyarakat termasuk wali murid,” ucapnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Samsul Arifin mengakui jika ada biaya Rp 1.000.000 bagi calon siswa yang melakukan daftar ulang. Biaya itu untuk pembelian seragam siswa baru. “Tetapi Ini sifatnya bukan paksaan. Artinya, wali murid boleh membeli sendiri seragam untuk anak-anak. Tidak harus beli di sekolah,” dalihnya. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar