Pendidikan & Kesehatan

Untag Surabaya Dampingi Mahasiswa Amerika Serikat Belajar Tari Jaranan

Jombang (beritajatim.com) – Delapan orang mahasiswa dari University of Oklahoma dan University of Florida, Amerika Serikat berlatih tari Jaranan kelompok seni Turonggo Rekso Budoyo pimpinan Bopo Waris Wagianto di desa Galeng Dowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Mahasiswa asing tersebut datang ke desa Galeng Dowo bersama sejumlah mahasiswa, dosen, staf LPPM danstaf bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam rangka program pertukaran budaya.

Francis, mahasiswa jurusan Linguistics University of Floridamengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “It was great to get involved in this activity,” ungkapnya.

Sementara James, mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur University of Oklahoma menyebut gerakan tari jaranan sangan mudah. “The movements in the dance are so simple” tuturnya sambil memperagakan gerakan-gerakan yang dia sudah pelajari bersama teman-temannya yang lain.

Kegiatan ini diprakarsai oleh ketua program studi Sastra Inggris, Mateus Rudi Supsiadji, M.Pd. untuk memperkenalkan kesenian Jaranan kepada dunia internasional. Sebelumnya tarian ini diperkenalkan kepada mahasiswa asing dari Khon Kaen University, Thailand dimana mahasiswa sangat menikmati bentuk kegiatan ini.

Sejumlah pihak juga ikut terlibat, yaitu kepala desa Galeng Dowo, Wartowo, S.Sos., Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA.,CPA., Ketua LPPM Untag Surabaya, Dr. Muslimin Abdulrahim, M.Sc., ketua Kantor Urusan Kerjasama, Wiwin Widiasih, ST., MT.

“Bentuk kegiatan seperti ini akan terus dilakukan ke depannya sebagai bentuk internasionalisasi kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya karena sejak awal semester genap 2018-2019 Untag Surabaya memperoleh akreditasi A dari BAN PT,” ujar Aris Heri Andriawan, ST., MT, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat.

Dr. Pariyanto, M.Ed., dosen program studi Sastra Inggris beserta dua mahasiswa program studi Sastra Inggris, Irvan Gading dan Metia Indar Pratami turut mendampingi kedelapan mahasiswa asing diatas selama kegiatan berlangsung. Gading dan Metia diberi kepercayaan untuk menjelaskan beberapa gerakan tarian Jaranan serta budaya masyarakat Galeng Dowo kepada mahasiswa asing. Mereka merasa senang mempunyai kesempatan mempraktekkan bahasa Inggrisnya dengan native speaker dari Amerika Serikat. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar