Pendidikan & Kesehatan

Universitas Jember Gelar Konferensi Bersama di Myanmar

Jember (beritajatim.com) – Centre for Human Rights, Muliculturalism, and Migration (CHRM2) Universitas Jember menyelenggarakan konferensi tentang “Pengawasan Pasca-Legislatif atau Post Legislative Scrunity (PLS) di Asia” di Lotte Hotel, Yangon, Myanmar, Senin-Selasa (17-18/6/2019).

Kampus dari Kabupaten Jember, Jawa Timur ini bekerja sama dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD) Inggris dan University of Yangon, Myanmar. Konferensi ini kelanjutan dari kolaborasi intensif antara CHRM2 Universitas Jember dengan WFD Indonesia sejak Desember 2018.

Konferensi ini menghadirkan 28 pembicara dan 600 peserta yang terdiri dari perwakilan dari Indonesia, Australia, Malaysia, Vietnam, Nepal, Pakistan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Yunani, Georgia, India, Kosovo, Sri Lanka dan tuan Myanmar.

Para peserta konferensi yang terdiri dari anggota parlemen, dosen dan pemerhati serta praktisi masalah hukum, sosial dan politik ini juga mendapatkan wawasan tentang prosedur PLS di parlemen Inggris, pelatihan teknis tematis, dan diskusi oleh pemateri dari House of Commons, parlemen Inggris.

Selain menampilkan Ketua CHRM2 Universitas Jember Al Khanif sebagai salah satu pembicara kunci, tampil pula Kakha Kuchava dari Republik Georgia. Pria yang juga Ketua Komite Lingkungan Parlemen Georgia

Al Khanif mengatakan, konferensi ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan teknis anggota parlemen dam masyarakat sipil dalam proses penerapan PLS. “Dengan demikin tercapailah tujuan mewujudkan tata kelola yang inklusif yang memperkuat pembuatan kebijakan, akuntabilitas, perwakilan dan partisipasi warga Negara,” katanya, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Universitas Jember, Selasa (18/6/2019).

Menurut rencana, semua makalah yang disajikan dalam konferensi di University of Yangon iniakan diterbitkan dalam Journal of Southeast Asian Human Rights (JSEAHR) pada edisi Desember 2019 dan Juni 2020.

Dalam sambutannya, Sao Siri Rupa, perwakilan WFD untuk Myanmar,
mengapresiasi kerjasama antara WFD dengan CHRM2 Universitas Jember. Kerjasama ini untuk menyebarluaskan konsep PLS di berbagai provinsi di Indonesia, dan kini di Myanmar.

“WFD dan CHRM2 Universitas Jember bertekad terus bekerjasama dalam rangka terus membangun demokrasi universal, demokrasi berbasis perwakilan multi partai yang sah dan efektif,” kata Sao Siri Rupa. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar