Pendidikan & Kesehatan

Unej Minta Sekolah Petakan Siswa yang Tak Berniat Ikut SNMPTN

Jember (beritajatim.com) – Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember Agung Purwanto meminta sekolah agar sejak awal melakukan pemetaan agar bisa tahu siswa yang berniat tidak mendaftarkan diri dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020.

Saran ini dikemukakan Agung menyusul permintaan kepada sekolah agar menyusun pemeringkatan siswanya sesuai dengan akreditasi yang diperoleh oleh sekolah tersebut untuk keperluan pendaftaran jalur SNMPTN 2020. Sekolah dengan akreditasi A berhak mengirimkan 40 persen siswa terbaiknya mendaftarkan diri ke jalur SNMPTN.

Adapun sekolah dengan akreditasi B, berhak mengirimkan 25 persen siswa terbaiknya untuk mendaftarkan diri. Sementara sekolah dengan akreditasi C hanya memperoleh kuota lima persen siswa terbaik.

“Dalam kenyataan, tidak semua siswa yang berhak mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN menggunakan haknya. Misalnya karena yang bersangkutan ingin mendaftarkan diri ke sekolah kedinasan, memilih kuliah di luar negeri atau malah sejak awal mantap kuliah di perguruan tinggi swasta,” kata Agung, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (13/12/2019).

“Jika ada siswa yang berhak mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN kemudian memilih tidak menggunakan haknya, maka sekolah bisa menggantikan dengan siswa lain sesuai dengan pemeringkatan yang ada,” tambah Agung.

Universitas Jember menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 kepada para guru bimbingan konseling (BK) SMA, SMK, MA negeri dan swasta di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang sejak 6 Desember lalu. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar